Headline News

Khianati Damaskus, Suriah Kutuk Agresi Brutal Turki ke Wilayah Kurdi di Afrin

Minggu, 21 Januari 2018 – 07.15 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Pemerintah Suriah mengutuk “agresi brutal Turki” ke Afrin yang dikuasai Kurdi, dan menolak tuduhan Ankara bahwa Damaskus telah diinformasikan tentang operasi ini.

Damaskus “mengecam keras agresi brutal Turki ke Afrin, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Suriah,” kantor berita resmi Suriah, SANA, mengutip seorang sumber kementerian luar negeri Suriah mengatakan pada hari Sabtu.

Baca: Ancaman Keras Erdogan, Turki Akan Hancurkan Tentara Teror Produk AS di Suriah Utara

“Suriah benar-benar menyangkal klaim yang dibuat oleh rezim Turki bahwa mereka telah diberitahu operasi militer ini,” sumber tersebut menambahkan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada TV24 bahwa Ankara menginformasikan pemerintah Suriah “secara tertulis” mengenai serangan ke Afrin. Rusia telah menyuarakan keprihatinan tentang operasi militer Turki di wilayah Afrin, dan meminta pihak-pihak tersebut untuk menahan diri.

Baca: Geger Amerika dan Turki di Perbatasan Suriah

Rusia mengatakan bahwa pihaknya berpegang pada posisinya untuk menyelesaikan krisis Suriah yang didasarkan pada perlindungan integritas teritorial negara tersebut dan menghormati kedaulatannya.

Turki telah kembali memobilisasi pasukan dan tank di perbatasan selatan, yang menargetkan pejuang Kurdi yang didukung AS sejak Jumat. Tentara Turki telah berjanji akan “membasmi” ancaman “dari pejuang Kurdi dalam operasi darat di Afrin.

Presiden Turki Erdogan mengatakan Ankara juga akan melancarkan operasi terhadap militan Kurdi di kota Manbij, Suriah bagian utara.

Ankara mengaitkan Kurdi dengan Partai Pekerja Kurdistan yang terlarang, yang telah terlibat dalam konflik bersenjata melawan Ankara selama beberapa dekade.

Baca: Jendral Suriah: AS Gunakan Tangan Pasukan Kurdi Ambil Ladang Minyak Suriah

Turki mengerahkan tentara ke Suriah utara pada Agustus 2016 tanpa persetujuan Damaskus dengan dalih memerangi kelompok teroris Takfiri. Operasi tersebut, yang bernama Euphrates Shield, bagaimanapun hanya untuk mengalihkan fokusnya pada orang Kurdi.

Operasi tersebut berakhir pada bulan Maret yang lalu, namun Turki baru-baru ini memindahkan pasukannya setelah Amerika Serikat mengumumkan sebuah rencana untuk membentuk sebuah kekuatan “keamanan perbatasan dengan jumlah 30.000 personil”, termasuk pejuang Kurdi, di dekat perbatasan Turki.

Washington telah membuat marah Ankara dengan mengingkari janjinya untuk menghentikan pengiriman senjata ke Kurdi dan mengambil senjata yang telah diberikannya kepada Kurdi. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: