Eropa

Khawatir Ideologi Ekstrimis, Belgia Putus Sewa Masjid Agung Brussels dari Saudi

Sabtu, 17 Maret 2018 – 18.29 Wib,

SALAFYNEWS.COM, BELGIA – Pemerintah Belgia mengatakan bahwa pihaknya telah mengelolah kembali Masjid Agung Brussels dengan memutus sewa dari Arab Saudi, karena kekhawatiran bahwa pihaknya mempromosikan ideologi ekstremisme.

Baca: AS Obok-Obok Saudi! Ideologi Wahabi Akan Hancurkan Kerajaan Arab Saudi

“Konsesi akan segera diakhiri … untuk mengakhiri campur tangan asing seperti ajaran Islam di Belgia,” kata pemerintah Belgia dalam sebuah pernyataan pada hari Jum’at.

Ini adalah konfirmasi resmi pertama dari langkah yang diumumkan oleh Brussel setelah berbulan-bulan melakukan diplomasi di balik layar, seperti dilansir Reuters.

Kekhawatiran atas masjid tersebut, yang terletak di sekitar markas besar Uni Eropa, muncul setelah teroris Takfiri, merencanakan serangan di ibukota Belgia, membunuh 130 orang di Paris pada tahun 2015 dan 32 lainnya di Brussels pada tahun 2016.

Baca: Syaikh Al-Azhar Beberkan Sejarah Tragedi Wahabi Saudi Bantai 30 ribu Jamaah Haji: Video

Belgia menyuarakan keprihatinan atas penyebaran Wahhabisme yang didukung Saudi di seluruh negeri dan seluruh Eropa. Brussels mengatakan bahwa keputusannya pada hari Jumat, mengakhiri penggunaan Masjid Agung oleh Arab Saudi yang disewa selama 99 tahun.

Belgia menyewakan gedung tersebut ke Arab Saudi pada tahun 1969, yang menyediakan para pengkhotbah Wahabi yang didanai oleh Saudi, untuk mempengaruhi komunitas imigran Muslim yang sedang berkembang, yang kebanyakan dari Maroko dan Turki, dengan imbalan minyak yang lebih murah, menurut Reuters.

“Dengan cara ini kita mengatasi Salafi, pengaruh ekstremis yang keras,” Menteri Dalam Negeri Belgia Jan Jambon mentweet pada hari Jum’at. Masjid tersebut telah dikelola oleh Mecca-based Muslim World League (MWL), sebuah komunitas misionaris yang sebagian besar didanai oleh kerajaan Arab Saudi.

Baca: Muhammad Zazuli: Wahabi Ideologi Teroris

“Mulai sekarang, masjid harus membangun hubungan yang langgeng dengan pihak berwenang Belgia, sambil menghormati hukum dan tradisi negara kita, yang menyampaikan visi toleran tentang Islam,” Menteri Kehakiman Belgia Koen Geens mengatakan.

Menurut pejabat, Belgia memiliki jumlah ekstremis tertinggi yang meninggalkan negara tersebut dan bergabung dengan kelompok teroris di Suriah dan Irak sesuai proporsinya. (SFA/Arrahmahnews.com)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: