Fokus

KH Said Aqil Siradj: Kokohkan Islam Moderat untuk Perdamaian

Rabu, 29 November 2017 – 17.29 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAMBI – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, menegaskan pentingnya menguatkan nilai-nilai Islam moderat di Indonesia. Pesan ini ditegaskan Kiai Said pada agenda pengajian Haul 3 Kiai Jambi (Syaikh Majid al-Jambi, Kiai Ibrahim Majid, dan Kiai Qadir Ibrahim) di Pesantren As’ad di Muara Bungo, Jambi, Rabu (29/11/2017).

Baca: Di Hongkong Kiai Said Sebarkan Islam Nusantara

Hadir dalam agenda ini, Pengasuh Pesantren As’ad, KH. Najmi Qadir,  Ketua Umum Pagar Nusa, M. Nabil Haroen, Wasekjen PBNU, Ir. KH. Suwadi D. Pranoto, Ketua NUCARE-LazisNU, Syamsul Huda, Gubernur Jambi, H. Zumi Zola, serta sesepuh NU dan pesantren di Jambi.

Makan bersama

Dalam ceramahnya, Kiai Said menegaskan pentingnya menyebarkan nilai-nilai Islam Nusantara di ranah internasional dan media sosial. “Islam Nusantara bukan aliran, bukan agama baru, tapi khashaish, mumayyizaat, tipologi. Ini yang harus dipahami secara mendalam,” jelas Kiai Said.

Baca: Ketum PBNU: Rasa Nasionalisme Benteng Bangsa dari Kehancuran

Dalam pandangan Kiai Said, penting untuk merawat budaya sebagai pondasi dakwah keislaman. “Islam Nusantara itu Islam yang dibangun dari sendi-sendi budaya. Budaya negeri ini, bukan budaya Arab, tapi budaya Nusantara,” terang Pengasuh Pesantren Luhur as-Tsaqafah, Jakarta.

“Saya di Arab tiga belas tahun, pulang membawa empat anak. Tapi yang saya bawa pulang itu ilmu, bukan simbol-simbol budaya. Demikian pula Prof. Quraish Shihab, Prof. Aqil Munawar, dan Kiai Mustofa Bisri. Semuanya bawa ilmu, tidak ada yang mengimpor budaya Arab ke negeri ini,” ungkapnya.

Kiai Said berpesan agar warga muslim negeri ini mencintai tanah air. “Mari kita cintai negeri ini. Mari kita kuatkan Islam dan nasionalisme kita. Nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah untuk mengusir orang-orang yang bikin gaduh, bikin rusuh di Madinah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kiai Said mendorong pemimpin daerah tegas terhadap pelaku kerusahan, kelompok teroris.”Untuk sekarang, para pemimpin daerah, silakan usir para pengusik dan perusuh bangsa. Usir ideologinya, kalau orangnya silakan masuk NU, silakan masuk Muhammadiyah, masuk Persis, dan ormas Islam moderat lainnya,” tegas Kiai Said.

Baca: Ketum PBNU: Begitu Banyak Kebenaran Diucapkan, Tapi yang Dikehendaki adalah kebatilan

Najmi, pengasuh pesantren As’ad Jambi, mengungkapkan pentingnya meneladani kiai-kiai untuk masa depan santri. “Syaikh Majid al-Jambi, Kiai Ibrahim Majid, dan Kiai Qadir Ibrahim, merupakan teladan bagi pengembangan keilmuan dan akhlak santri,” ungkapnya.

Pesantren As’ad Jambi, didirikan oleh Kiai Majid al-Jambi, yang diteruskan oleh Kiai Ibrahim Majid dan Kiai Qadir Ibrahim. Kiai Majid al-Jambi, merupakan penasihat keagamaan Sultan Thaha, Kasultanan Jambi. Pada masa kolonial, Kiai Majid pernah diutus Sultan Jambi ke Kasultanan Ottoman di Turki, untuk melawan pasukan kolonial di Hindia Belanda.

Pada kesempatan ini, Ketua Umum Pagar Nusa, M. Nabil Haroen, mengkonsolidasi pasukan inti Pagar Nusa di Jambi. “Kalau kita mau keras, itu harus punya keris, seperti pernyataan Kiai Wahab Chasbullah. Pasukan inti Pagar Nusa untuk mengabdi dan mengawal kiai, mengkampanyekan Islam Nusantara,” jelas Nabil. Dalam kesempatan ini, Direktur NUCARE-LazisNU, Syamsul Huda juga menyerahkan bantuan untuk perbaikan infrastrukur pesantren As’ad Jambi. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: