Fokus

KH Aqil Siradj di Hari Santri: Siapa Saja Permasalahkan Pancasila Harus Ditangkap

Minggu, 22 Oktober 2017 – 21.40 WIb,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia adalah bangsa yang memilik keberagaman dan kemajemukan dan hal ini tidak dimiliki oleh bangsa lain, sehingga sangat riskan sekali saling gesekan di dalamnya, namun para pendiri bangsa ini faham akan hal itu, dibuatlah Pancasila sebagai dasar negara dan itu sudah final. Namun ada sebuah ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang ingin mendirikan negara Khilafah yang konon diklaim sebagai sistem yang bagus menurut mereka.

Baca: Suriah Hancur Karena Isu Agama Dibenturkan dengan Pemerintah dan Kebhinekaan

Saat ini NU yang dikomandoi oleh KH Said Aqil Siradj siap berhadap-hadapan dengan kelompok anti Pancasila ini, beliau mengatakan bahwa meminta semua pihak tak lagi mempermasalahkan Pancasila sebagai dasar negara. Menurut dia, hal itu sudah final.

“Barang siapa masih mempermasalahkan (Pancasila), tangkap!” kata Said dalam pidatonya pada peringatan Hari Santri di Tugu Proklamasi, Jakarta, Minggu (22/9/2017). Namun, kata Said, Pancasila boleh dielaborasi untuk mencari penerapannya dalam berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara.

Said menambahkan, kaum santri sejak lama telah menyepakati secara final. Hal itu ditunjukkan dengan sikap NU yang menerima ketika tujuh kata dalam piagam Jakarta yang menyatakan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi muslim.

Baca: Denny Siregar: Inilah Cara Cantik Jokowi Merajut Kebhinekaan

Sikap itu, lanjut Kyai Said, menunjukan kemoderatan dan toleransi yang selalu dijunjung tinggi oleh para santri dan ulama.

Hal tersebut, sambung dia, senada dengan Islam yang didakwahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Kala itu, tutur Kyai Said, Nabi Muhammad SAW. diperintahkan oleh Allah untuk membangun organisasi besar yaitu umat.

Baca: Ketum PBNU: Rasa Nasionalisme Benteng Bangsa dari Kehancuran

“Umat yang diperintahkan oleh Allah adalah wasathan, moderat, anti kekerasan, tidak radikal dan tidak liberal. Itu sesuai dengan misi umatan wasathan (di tengah-tengah). Artinya Islam anti-radikalisme dan liberalisme,” ucap Kyai Said. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: