Fokus

Ketum GP Ansor NU: Jangan Diam dan Takut pada Kelompok Anti NKRI

Senin, 03 April 2017 – 11.45 Wib,

SALAFYNEWS.COM TULUNGAGUNG – HTI ormas yang ingin mendirikan khilafah di NKRI, mereka klaim ingin tegakkan kembali pemerintahan Islam, namun kenyataannya mereka di beberapa negara gagal total gerakannya, bahkan beberapa negara membalcklist gerakan ini, mereka jelas-jelas benci NKRI dan Pancasila, namun NU tidak tinggal diam. (Baca: Video Gus Sholah Semprot HTI, Mendirikan Khilafah Akan Hancurkan Negara)

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qaumas meminta kepada kader Ansor untuk tidak takut kepada kelompok-kelompok radikal, memaksakan paham, dan kelompok anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan pengarahan kepada para peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Dosen Muda Tingkat Nasional, Ahad (2/3), di Tulungagung, Jawa Timur.

Pria yang akrab disapa Gus Tutut itu merasa heran dan prihatin dengan adanya sekelompok orang yang hidup dan dibesarkan dalam bumi Indonesia, tetapi pada saat yang sama ingin menghancurkannya. (Baca: PKS Ikhwanul Muslimin Indonesia Berfaham Aliran Sesat Wahabi)

“Saya meyakini ketika kiai-kiai mendirikan Nahdlatul Ulama tujuannya adalah untuk mendirikan Indonesia. Ketika ada orang yang ingin merobohkan Indonesia, kita tidak peduli siapapun harus kita lawan,” tandas Yaqut.

Setiap kali negara menghadapi masalah maka Ansor tampil di depan dan itu telah dicatat dalam sejarah bangsa tentang komitmen Ansor, katanya. (Baca: “Tamparan Keras” Ahmed Zein Mottaqien kepada HTI)

Menurut Gus Tutut, ancaman terdekat Negara Indonesia adalah liberalism-neobliberalisme dan radikalisme. Posisi Ansor berada di tengah-tengah dan kita mempunyai alat yang terbatas. Tentu merasa sulit di tengah-tengah aparat gamang dan kerap tidak hadir menghalau ancaman kebangsaan ini.

Baginya, NU didirikan untuk Indonesia dan bukan sekadar untuk mengembangkan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Kalau hanya menjaga Aswaja, Hadratussyekh Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri tidak perlu repot-repot mendirikan jam’iyyah ini, cukup digarap di pesantren-pesantren.

Ditegaskan oleh Gus Tutut, membubarkan kelompok anti-Pancasila dan NKRI tidak perlu mencari alasan, karena alasannya sudah sangat jelas. “Kita ini menjaga warisan ulama kita yaitu bumi Indonesia. Jadi kalau HTI mengatakan, Indonesia adalah negara toghut berarti mereka telah menghina warisan para ulama yang telah dibangun dengan susah payah,” tambahnya. (Baca: Inilah Slogan Pembodohan HTI-Kelompok Khilafah yang Ingin Hancurkan NKRI)

Kegiatan PKL Khusus Dosen Muda Tingkat Nasional digelar selama 4 hari, 30 Maret sampai dengan 2 April 2017 di IAIN Tulungagung. Hadir sebagai narasumber dan instruktur Agus Zainal Arifin, Dekan Teknologi Informasi ITS Surabaya, Maftukhin (Rektor IAIN Tulungagung), Adnan Anwar (Instruktur PBNU), KH Abdul Ghafur Maemoen (Katib PBNU), Gus Ahmad Nadzif dan Gus Najib Bukhori (Dewan Instruktur PP GP Ansor), dan segenap fungsionaris PP Ansor lainnya.

Sementara itu Adung Abdul Rochman, Sekjen PP Gerakan Pemuda Ansor menyatakan, alumni PKL yang berasal dari dosen berbagai perguruan tinggi se-Indonesia ini harus menyediakan dirinya menjadi rujukan masyarakat dalam soal keagamaan, kemasyarakatan dan kebangsaan yang moderat dan mencerdaskan.

Adung berharap mereka harus menjadi pelopor dari talking majority atau mayoritas yang menyuarakan bukan silent majority atau mayoritas yang diam. (SFA)

Sumber: NU Online

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: