Nasional

Ketua Ponpes Al-Majidiyah Minta MUI Bubarkan Aliran Sesat Salafi Wahabi yang Anti NKRI

Rabu, 10 Agustus 2016,

SALAFYNEWS.COM, RIAU – Menurut Sheikh Tariq Yousef, Khotib jumat di masjid New York mengatakan: “siapa saja yang membela Ibnu Taimiyah, menebar kebencian dan intoleran di dunia Islam, dan siapa saja yang membela Ibnu Abd al-Wahhab adalah ISIS, yang harus kita cap sebagai teroris. Dan jik Seorang Ulama yang selalu mengkafirkan dan melaknat orang-orang Islam atau menganggap mereka najis adalah teroris. Ia juga mengatakan bahwa Saudi telah menyuap negara-negara Arab untuk menyerang Yaman. Dengan ini saya menegaskan bahwa Saudi adalah sponsor utama isu-isu sektarian. (Baca: Stempel Syiah Cara Wahabi, Teroris Serta Kelompok Radikal Padamkan Cahaya Qur’an dan Sunnah yang Cinta Persatuan)

Maka untuk memecahkan masalah terorisme ini adalah dengan memberantas dan memberedel pemikiran Salafi Wahabi, Ibnu Taimiyah dan pemikiran Abdul Wahhab yang jauh dari kata Islam. Itulah sekelumit ucapan dari seorang ulama New York, diutip dari Memri Tv (2015).

Baru-baru ini Politisi dari PPP yang juga anggota DPRD Kabupaten Rohil, H.Bachid Majid, mengutuk keras Salafi Wahabi serta mengimbau kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar dapat membubarkan pengikutnya yang dianggap suka membawa fitnah dan kesesatan kepada umat Islam karena ini sangat berbahaya bagi Indoensia dan masyarakat di Rokan Hilir, Kepulauan Riau. (Baca: Warga Aceh Tutup Markas Aliran Sesat Wahabi Ma’had As-Sunnah)

Ketua Ponpes Al-Majidiyah

Politisi yang juga dikenal dengan sebutan H. Akib ini memiliki Ponpes Al Majidiyah Bagan Batu, menegaskan:

“Saya mengimbau kepada MUI agar segera membubarkan aliran Salafi Wahabi yang sangat menyesatkan tersebut karena aliran tersebut sangat berbahaya bagi masyarakat kita,” tutur Bachid Majid, Kamis (28/07/2016).

Ia mengungkapkan, para pengikut aliran Salafi wahabi yang berpondok di Dusun Bakti Bagan Batu tersebut telah banyak mengeluarkan fatwa-fatwa yang sangat menyesatkan di tengah-tengah masyarakat Rohil.

Diantara, mengharamkan menghormati bendera, mengharamkan pemilihan kepala Desa, menghalalkan memakan buaya dan biawak, kura-kura serta labi-labi dan banyak lagi fatwa-fatwa yang sangat bertentangan dengan Al-Quran serta Hadis. (Baca: Wahabi, HTI, PERSIS Lecehkan Sang Saka Merah Putih dan Pahlawan)

Tidak hanya itu, pengikut aliran Salafi Wahabi juga sudah berkembang dengan merayu masyarakat untuk bergabung. Salah satu korban yang merupakan murid dari pondok pesantren al-majidiyah yang dirayu oleh aliran tersebut sempat termakan rayuan yang menyesatkan.

Akib sapaan akrab Politisi PPP itu menyebutkan, pengikut aliran Salafi Wahabi tersebut telah banyak merayu masyarakat untuk masuk ke dalam aliran tersebut lalu menyesatkan mereka. Salah satu korbannya merupakan murid dari H.Akib sendiri. Dari keterangan muridnya tersebut, dirinya diharamkan sholat bersama kedua orang tuanya karena menurut ajaran Salafi wahabi selain dari aliran mereka adalah ahli Bid’ah. (Baca: Warga, Ulama dan Tomas Usir Kelompok Wahabi yang Ingin Rebut Masjid NU:Video)

Dengan kesesatan yang diajarkan Salafi itu, H. Akib juga meminta agar Bupati mengusir pengikut aliran Salafi Wahabi tersebut dari Bumi Seribu Kubah ini karena mereka mengharamkan Pemerintahan. Bahkan dirinya juga menyebutkan pengikut aliran tersebut lebih baik diusir dari Indonesia ini dan membuat Negara sendiri diluar Indoensia ini. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: