Artikel

Ketegasan Duterte Sukseskan Pengusiran Teroris ISIS dari Marawi

Rabu, 25 Oktober 2017 – 08.29 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MANILA – Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana, di akun twitternya pada hari Senin (23/10), menegaskan bahwa Tidak ada lagi militan di Marawi. Sebelumnya, pada awal bulan ini, dilaporkan bahwa sejumlah teroris yang beraliansi dengan ISIS dari kelompok ilegal Maute masih berada di kota selatan filipina yang terkepung itu.

Baca: Duterte: CIA Ciptakan ISIS, Sekarang Mereka Ingin Membunuh Saya

Pada bulan Mei tahun ini, kelompok teroris Maute menyatakan kesetiaan mereka terhadap kelompok teroris ISIS dan memulai pengambil alihan Marawi di pulau Mindanao secara kejam. Serangan teroris dimulai saat Presiden Filipina Rodrigo Duterte berada di Moskow untuk pertemuan pertamanya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sejak saat itu, Rusia telah berjanji untuk bekerja sama dengan Filipina terkait masalah keamanan. Baru-baru ini, Manila mengkonfirmasi negaranya menerima persenjataan sebagai hadiah dari Rusia.

Hal ini akan sangat berharga bagi Filipina karena bahaya laten dari para pemberontak dan kelompok teroris di Mindanao sewaktu-waktu masih menimbulkan ancaman terhadap keamanan dan stabilitas. Namun, serangan terburuk dari serangan teroris telah berakhir dan inisiatif Presiden Duterte untuk mengumumkan darurat militer di Mindanao sekarang sepenuhnya terbukti benar.

Baca: Bertemu Sang Idola “Putin”, Duterte Kritik AS dan Sebut Barat Munafik

Sementara oposisi Duterte dari kalangan Liberal terus-menerus mengkritik upayanya dalam perang ini, tindakan tegasnya telah mencegah Filipina dari perang yang berlarut-larut  melawan ISIS dan telah mencapai kemenangan yang relatif cepat serta menentukan.

Sekarang yang tersisa bagi Duterte adalah menjawab pertanyaan lama tentang masalah kaum Moro (Muslim Filipina) di Filipina selatan, sebagaimana ia telah berjanji untuk melakukannya. Duterte, sebagai penduduk asli Mindanao, secara unik ditempatkan untuk mewujudkan penyelesaian damai terkait hal ini. Sebelumnya, Duterte berjanji untuk bekerja mewujudkan federalisasi Filipina termasuk pembentukan status otonom untuk daerah Moro.

Karena Filipina adalah negara yang luas dan secara geografis beragam, sekarang  adalah saat untuk menerapkan perubahan hukum yang diperlukan untuk membuat struktur politik negara bermanfaat lebih banyak bagi rakyat biasa. Sementara mereka yang skeptis terus mengkritik Duterte tanpa bisa menunjukkan alternatif yanglebih baik, Duterte terus memberikan kebaikan pada janji kampanyenya.

Baca: Ucapan Pedas Tentara Filipina: Kami Tak Butuh AS untuk Bebaskan Marawi dari Teroris

Presiden Duterte telah menyelesaikan lebih banyak (masalah) dalam satu tahun jabatannya, daripada yang dilakukan pendahulunya selama seluruh masa jabatan kepresidenan mereka. Seiring terus berkembangnya  ekonomi Filipina, keamanan dan kemakmuran dengan cepat menjadi tema utama era Duterte. (SFA)

Sumber: SOTT

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: