Amerika

Ketegangan Turki dan AS Semakin Memanas Pasca Pembunuhan Dubes Rusia

Sabtu, 24 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON – Mantan duta besar Amerika untuk Irak, Christopher Hill, memperingatkan tentang meningkatnya suhu ketegangan antara Turki dan Amerika Serikat, yang dipicu pembunuhan duta besar Rusia untuk Ankara, dan meminta kepada Presiden terpilih, Donald Trump agar lebih memperhatikan masalah ini.

Kantor berita CNN mengutip sebuah wawancara dengan Hill yang mengatakan bahwa “pembunuhan yang telah terjadi menunjukkan adanya arus kuat yang terjadi di Turki, dan kita harus melihat apa yang akan keluar dari itu”. (Baca: Inilah Informasi Terbaru Sang Jagal Dubes Rusia di Turki)

Turki menuduh ulama oposisi Fethullah Gulen yang tinggal di Amerika sebagai otak dalang dalam aksi pembunuhan, dan menyalahkan AS karena membiarkan Gulen hidup di wilayahnya. Sementara juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby merespon dengan menjelaskan apa yang dikatakan Turki adalah “konyol”.

Hill menambahkan bahwa “istilah (konyol) digunakan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri AS bukanlah ekspresi dari seorang diplomat, jadi saya pikir (ketegangan yang meningkat antara Turki dan Amerika Serikat) ada sesuatu yang terjadi di Turki, terutama setelah usaha kudeta gagal Presiden Recep Tayyip Erdogan”. (Baca: Surat Kabar Saudi “Okaz” Puji Pembunuhan Dubes Rusia di Turki)

Ia juga melanjutkan bahwa “Turki lebih dekat ke Rusia dan memungkinkan Kremlin untuk mengambil inisiatif diplomatik di kawasan itu”.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa “kepemimpinan Donald Trump harus memperhatikan segera masalah ini setelah diplomasi yang kacau dan tidak kompeten serta dua menteri luar negerinya untuk Presiden saat ini sungguh lemah”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: