Amerika

Kesepakatan Pembelian Senjata Miliaran Dolar Adalah Perangkap AS ke Qatar

Minggu, 18 Juni 2017 – 19.35 Wib,

SALAFYNEWS.COM, QATAR – Setelah diumumkannya penandatanganan kesepakatan penjualan 36 pesawat berjenis F-15 oleh AS kepada negara Qatar di gedung Kementerian Pertahanan “Pentagon” pada Jumat (16/06), kita bisa berharap akan terobosan nyata dalam krisis Timur Tengah dan penurunan kemungkinan konfrontasi militer namun penghentian blokade dan membuka kembali lau lintas udara masih belum terwujud. (Baca: Inilah Pukulan Telak Rusia di Qatar Kepada AS, Saudi dan UEA)

Presiden AS Donald Trump merupakan aktor utama yang memicu krisis Timur Tengah, dan ia telah menggunakan koalisi Saudi-UEA-Bahrain-Mesir untuk menekan negara Qatar yang dituding sebagai penyokong terorisme, dan ia mendorong Qatar untuk tunduk pada keinginan AS untuk embayar “upeti” dalam bentuk kesepakatan penjualan senjata atau investasi di bidang infrastruktur AS sebagaimana yang telah dilakukan saudara tuanya “Arab Saudi”, dan kita semua tidak mengetahui apakah koalisi 4 negara Arab ini menyadari niat busuk AS atau tidak.

Setelah kesepakatan ini terjadi, dan AS memastikan 12 miliar dolar AS sebagai harga dari kesepakatan tersebut, maka mulailah membicarakan tentang pembaruan terobosan dan meningkatnya cara mediasi lagi, dan sekarang Qatar berada di tepi akhir dari “perangkap”.

Rahasianya adalah miliaran dolar yang sedang disedot pengusaha Trump, dan ia mengetahui bagaimana menariknya dengan paksaan, ancaman, terorisme, dan menciptakan perpecahan dan ketegangan antara Arab dan memisahkan Teluk dari Arab secara khusus. Ia tidak menyembunyikan hal ini, ia mengabarkan kepada rakyatnya bahwa ia kembali kepada rakyatnya setelah mengunjungi Riyadh dengan uang dan pekerjaan dan berkata “pekerjaan..pekerjaan..pekerjaan”. (Baca: Geger Timur Tengah, Koalisi Arab Tendang Qatar)

Nilai riil kesepakatan ini mencapai 21,1 miliar dolar, dan meliputi 72 pesawat. Perusahaan Boeing yang memproduksi pesawat ini mengatakan bahwa “kesepakatan ini sangatlah penting untuk menjaga lini produksidari jenis pesawat ini, dan menciptakan 60.000 lapangan pekerjaang di 42 negara bagian AS”. Hal ini menegaskan bahwa tanpa kesepakatan ini maka produksi pesawat jenis ini terancam terhenti, dan hal ini berkat dari orang-orang Arab.

Sementara itu sejumlah Tweet yang berhasil dipantau yang dituliskan presiden Donald Trump beberapa hari lalu mengatakan bahwa “Qatar memiliki sejarah panjang dalam mendukung terorisme di tingkat tertinggi dan Qatar harus dihukum” dan cuitan lainnya berbunyi “blokade terhadap Qatar adalah awal dari akhir terorisme”, namun tweet ini kemudian telah dihapus dan diganti dengan cuitan lainnya yang memuji negara Qatar sebagai sekutu kuat AS dan menekankan bahwa kesepakatan penjualan pesawat ini adalah langkah besar untuk “memperkuat kerjasama strategis dan keamanan antara kedua negara”. Qatar hanya pion catur yang tengah digerakkan AS dengan lihai, dengan waktu dan arah yang diinginkan AS.

Beberapa jam setelah Menteri Pertahanan AS James Mattis menandatangani kesepakatan ini dengan rekan Qatar Khaled al-Atiyyah, dua kapal perang AS diperintahkan untuk berlayar menuju pelabuhan Hamad di selatan Doha sebagai sinyal yang menegaskan bahwa AS tidak akan meninggalkan negara Qatar. (Baca: Saudi Keluarkan Travel Warning ke Qatar dan Tutup Kantor Al-Jazeera)

Sesungguhnya ini adalah drama yang episodenya telah disiapkan di Gedung Putih dan perannya telah dibagikan pada perwakilan dalam acara puncak di Riyadh baru-baru ini yang dihadiri pahlawan utama Donald Trump dan aktor-aktor lain dari lebih 56 negara Arab dan Islam sebagai saksi palsu.

Qatar setidaknya saat ini tidak lagi mendukung terorisme bahkan memulai proses penerapan hukum Jasta dan menghakimi negara-negara sponsor terorisme dan memberikan kompensasi pada korban, dan Qatar pasti akan menentang mereka dan semua orang akan menemukan diri mereka di perangkap kecurigaan dan tuduhan, dan mereka akan menghadapi penghakiman dengan membayar ratusan atau bahkan ribuan miliaran sebagai kompensasi.

Ini adalah sebuah drama yang terdiri dari beberapa episode dan kita baru berada di awal episode saja, dan korbannya adalah Arab, baik mereka dari kalangan masyrakat atau orang-orang yang memiliki peran sampingan di atas panggung drama ini.

Selamat kepada Presiden Donald Trump dan orang-orang AS dengan semua miliaran yang bisa mereka rampas ini, dan semua pekerjaan bukanlah hiburan bagi orang-orang bodoh. (SFA)

Sumber: ALM

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: