Fokus

Kesal Kepada AS, Saudi Tangguhkan Investasi

Sabtu, 18 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Saudi kesal karena Hillary Clinton yang dibiayai dan digadang-gadang untuk menjadi presiden AS, ternyata kalah dari seterunya, Donald Trump, saat ini menjadi pengganti Obama duduki gedung Putih. Akibat kekesalannya itu Riyadh akan tangguhkan investasinya di negeri paman sam itu. (Baca: Donald Trump Minta Hillary Kembalikan Uang Jutaan Dolar yang Diterima dari Saudi)

Surat kabar As, Wall Street Journal, mengungkapkan bahwa pemerintah Saudi mempertimbangkan kemungkinan untuk menghentikan investasinya di AS dalam waktu dekat.

Surat kabar itu menjelaskan dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada Jumat 16 desember bahwa Riyadh sedang meninjau ulang rencana investasinya untuk AS karena perubahan situasi politik AS”. (Baca: Wikileaks Retas Email Hillary Clinton, Perang Sektarian Modal Barat Hancurkan Islam)

Surat kabar itu menjelaskan bahwa alasan di balik sikap Saudi ini adalah karena dua hal, surat kabar ini menjelaskan tentang perundingan yang terjadi terkait tindakan Kongres AS yang mengesahkan UU yang memperbolehkan keluarga korban serangan 11 September 2001 untuk mengajukan tuntutan hukum terhadap Saudi di pengadilan New York, dikarenakan adanya laporan yang menjelaskan tentang keterlibatan pejabat Saudi dalam aksi terorisme, serta terpilihnya Donal Trump dari Partai Republik yang telah berulang kali menyatakan dukungannya terhadap UU tersebut. (Baca: DPR AS Segera Sahkan RUU 9/11 yang Mungkinkan Tuntutan Hukum Lawan Saudi)

Wall Street Journal mengutip sebuah sumber yang dekat dengan biro pengelolaan dana investasi umum kerajaan Arab Saudi, yang mengungkapkan bahwa biro pengelolaan dana investasi sedang menangguhkan investasi Saudi dalam di dalam perekenomian AS hingga Washington menunjukkan sikap apa yang dipilh dalam memperbaiki hubungannya dengan Riyadh.

Surat kabar ini juga mengungkapkan bahwa manajemen perusahaan minyak Aramco milik Saudi telah melakukan proses penawaran umum pertama atas saham mereka, yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada tahun depan hingga tahun 2018, di luar wilayah Amerika Serikat, seperti dilansir oleh Arabic.SputnikNews (16/12).

Surat kabar ini menjelaskan, menurut pejabat yang berpengalaman dalam proses perencanaan investasi di Saudi mengatakan bahwa “keputusan AS yang menetapkan tanggung jawab Saudi dalam serangan 11 September telah menimbulkan kekhawatiran para pemimpin Saudi bahwa kontrak kesepakatan-kesepkatan besar yang ada di AS akan ditnggalkan sebagai dampak keputusan yang dikeluarkan oleh pengadilan AS. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: