Fokus

Kesaksian Dokter di RS Douma Ungkap Fakta Serangan Kimia di Douma

Kesaksian dokter di RS Douma

Kamis, 19 April 2018 – 10.22 Wib,

SURIAH – Seorang penulis Inggris, Robert Fisk mengungkapkan kebenaran dari video yang diklaim oleh Amerika, Inggris dan Prancis yang mendasari serangan rudal ke Suriah pada hari Sabtu lalu (14/04).

Dalam laporan yang dirilis surat kabar The Independent, Fisk menuliskan “ini adalah kisah tentang sebuah kota bernama Douma, sebuah wilayah yang rumah dan bangunan tempat tinggalnya lainnya telah hancur akibat serangan rudal dari 3 negara Barat yang kuat di dunia pada Sabtu lalu (14/04)”, seperti dilansir Arabic.SputnikNews (17/04).

Baca: Saudi Otak Dibalik Serangan Kimia di Douma, Ghouta Timur

Ia mengatakan bahwa “akan tetapi ketika saya menyusuri jalur medis, Suriah telah mengungkapkan kepada saya kebenaran akan video yang telah menakuti dunia”. Dalam laporannya, Fisk juga menuliskan kesaksian seorang dokter yang ada di rumah sakit Douma, Aseem Rahbani.

Fisk mengatakan bahwa “dokter tersebut mengatakan sesuatu yang tidak kusangka. Ia mengatakan bahwa pasien sebenarnya tidak tercekik oleh gas, tetapi karena kurangnya oksigen di terowongan yang dipenuhi sampah dan lantai bawah tempat mereka tinggal, di salah satu malam pengeboman itu, sayangnya bersamaan dengan badai debu yang mencekik”.

Baca: Inilah Bukti AS Bohong Soal Serangan Kimia di Douma

Fisk menegaskan dalam laporannya berdasarkan keterangan dokter tersebut bahwa “kesimpulan luar biasa ini harus diungkapkan karena ia melihat sendiri dan ini kedua kalinya hal ini mengarah kepada para militan jihadis”.

Ia menambahkan bahwa “banyak orang yang saya ajak bicara di tengah puing-puing kota dan mereka semua mengatakan bahwa mereka tidak percaya pada “cerita-cerita gas” yang diteriakkan kelompok-kelompok teroris bersenjata”.

Ia menuliskan pernyataan sang dokter Suriah ini yang berkata “aku bersama keluargaku berada di lantai bawah dari rumahku dan ada banyak pemboman yang terjadi dan pesawat-pesawat terlihat terbang melintas di malam hari, serta angin yang kencang menyebarkan banyak debu dan asap ke lantai bawah tempat orang-orang tinggal”.

Baca: Video: Wartawan TV AS Bongkar Kebenaran Serangan Kimia di Suriah

Dokter ini mengatakan bahwa “orang-orang yang tiba di rumah sakit menderita hipoksia. Kemudian salah satu dari mereka berteriak di pintu, ia adalah salah satu paramedis White Helmets “ini gas!”. Dan dari situlah kemudian orang-orang mulai panik”.

Dan hal ini menjelaskan bahwa pada kenyataannya serangan kimia tidak sebenarnya pernah terjadi, dan tidak ada jejak atau bekas serangan kimia yang terlihat di kota Douma ini.

Sementara itu, dengan dalih dugaan serangan kimia inilah, presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan militir pada hari Sabtu pagi lalu (14/04) yang dilancarkan dengan partisipasi Inggris dan Prancis untuk menghukum Assad atas tuduhan serangan kimia yang diduga terjadi di kota itu pada pekan lalu. Namun, mereka pada nyatanya tidak sedang menghukum Assad tapi menghukum rakyat miskin Suriah, karena mereka lah yang menjadi korban serangan brutal ini.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan bahwa AS, Prancis dan Inggris telah memutuskan untuk membom Suriah berdasarkan pernyataan yang tersebar di media dan jaringan sosial daripada mencari faktanya dilapangan.

Juru bicara resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan bahwa “dasar serangan 3 negara kuat ini, berdasarkan pernyataan pejabat AS, didasarkan pada dugaan laporan rahasia dari lembaga pemerintah terkait dan dinas rahasia Prancis, yang semuanya berasal dari media dan jejaring sosial”. (SFA)

3 Comments

3 Comments

  1. Pingback: Tentara Suriah Temukan Kuburan Massal di Douma | SALAFY NEWS

  2. Pingback: Qatar Sebut Tak Ada Serangan Kimia di Douma | SALAFY NEWS

  3. Pingback: Assad Barat Pakai White Helmets Serang Suriah | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: