Headline News

Kerusuhan Tanjung Balai, Kau Ber-Islam Tapi Kau Kehilangan Muhammad

Senin, 01 Agustus 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Kerusuhan berlatar belakang SARA terjadi di Tanjung Balai, pembakaran tempat ibadah, semua itu dipicu oleh fitnah di media Sosial tutur Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dan yang paling menyakitkan ini semua dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab yang sembunyi dibalik agama, padahal tidak ada satupun agama yang membenarkannya. Mereka seolah-olah menegakkan Islam namun malah menghancurkan Islam itu sendiri, Islam dan Nabi Muhammad tak mengajarkan hal seperti itu, untuk para perusuh dan provokator kerusuhan Tanjung Balai, Ajaran Islam Siapa yang Kalian Anut?? Jelas sekali ini semua adalah polah laku kelompok ekstrimis dan radikalis yang ingin menghancurkan, melecehkan Islam dan juga ingin menghancurkan persatuan dan kesatuan NKRI. (Baca: Tanjung Balai Operasi Khusus Intelijen, Benarkah?)

Ahmad Zainul Muttaqin dalam akun facebooknya menuliskan bagaimana orang yang beragama Islam namun tidak melakukan ajaran Islam Muhammadi, simak tulisannya:

KAU BER-ISLAM, TAPI KAU KEHILANGAN MUHAMMAD

Bang apakah ibu-ibu Tionghoa itu salah karena meminta suara azan dari toa masjid dikecilkan?

Sejauh ini yang saya lihat dia salah. Mungkin dia lagi stres, atau anaknya sedang sakit, atau apalah kita tidak tahu. Yang jelas dia memang “nekad” mengusik hal sensitif, dan dia salah.

Lalu apakah tanggapan ormas Islam yang mengamuk, melempari rumah ibu itu, dan membakar vihara sudah benar? (Baca: Fakta Media Radikal Pro Teroris Hancurkan Islam dan NKRI)

Itu jelas JAUH LEBIH STRES lagi. Hanya karena tingkah seorang ibu berusia 46 tahun, lalu kalian para pria yang mengaku muslim langsung berubah menjadi preman pasar. Ibu itu hanya sendiri dan ia tidak membawa pasukan seorangpun. Kalau anda mau marah, ya laporkan ke RT/Lurah setempat dan minta ibu itu dinasehati. Bukannya mengamuk dan membakar 10 vihara seperti preman.

Lho tapi kan ibu itu duluan yang mulai?

So what kalau dia yang mulai? Apa itu jadi alasan pembenaran bagimu untuk melakukan pembalasan yang jauh lebih sadis? (Baca: ‘Mujahidin’ IDOL Ala Media Radikal: Arrahmah, Kiblat, Panji Mas, Voa-Islam)

Anda muslim kan? Sejak kapan jadi muslim mengajarkan anda membalas kezaliman dengan kezaliman yang lebih parah. Bahkan dalam Qur’an Allah mengajarkan kita dalam menghadapi perbuatan buruk orang lain “ldfa’ billati hiya ahsanus sayyiata” >> “Balaslah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik.”

Bahkan jika emosi anda sudah di ubun-ubun hingga anda tak kuasa untuk tak membalas, maka Allah membatasi boleh membalas asal proporsional sesuai dengan kezaliman yang ditimpakannya padamu, “Wajaza’u sayyiatin sayyiatun mistluha” >> balasan keburukan adalah keburukan YANG SERUPA, tidak melampaui sedikitpun. Karena membalas dengan cara yang lebih sadis adalah kezaliman. Dan Allah membenci orang-orang yang zalim.

Terus umat Islam harus diam saja dengan tingkah ibu tersebut?

Beragama tidak berarti memendekkan sumbu. Panjangkan sumbumu sedikit agar pikiran yang lebih proporsional bisa masuk! Kau sebut Islam agama Rahmatan lil ‘Alamin, tapi baru disenggol sedikit oleh ibu-ibu tua sumbumu sudah meledak. Kau sebut umat Islam adalah umat yang kuat, tapi dari kelakuanmu kemarin kau hanya menunjukkan Islam agama yang kuat di otot, tapi tidak di kedewasaan berpikir. Kau sebut Islam agama berkelas, tapi kau melayani protes seorang ibu tua hingga ramai-ramai membakar tempat ibadahnya. Tidak usah lah dulu bicara Islam, tanya dirimu sendiri apakah sikap seperti itu jantan? (Baca: Siasat Kelompok dan Media Radikal, Syiahkan dan Liberalkan Ulama Aswaja)

Terus apa saranmu bang?

Jangan lemahkan Islam yang kuat dengan tindakan kerdilmu. Jangan hinakan Islam yang suci dengan perbuatan nista. Kau tahu apa yang dilakukan Sayyidul Wujud Muhammad pada seorang yahudi tua yang tiap hari meludahi dan melempari kotoran padanya? Ia jenguk dan doakan sang yahudi ketika yahudi itu sakit. Kau tahu apa yang dilakukan Muhammad pada seorang yahudi buta yang tiada hari tanpa mencacinya? Ia suapi setiap hari dengan tangannya sendiri tanpa sang yahudi tahu bahwa yang menyuapinya adalah Muhammad yang selalu ia caci. Itulah Islam. Ber-Islamlah seperti Islam-nya Muhammad, bukan Islam ala egomu. Jangan sampai kau hanya ber-Islam, tapi kau kehilangan Muhammad. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Ahmad Zainul Muttaqin

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: