Headline News

Kepala Gereja Koptik Mesir Batalkan Pertemuan dengan Wapres AS

Minggu, 10 Desember 2017 – 06.36 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MESIR – Kepala Gereja Koptik Mesir, Paus Tawadros II, membatalkan pertemuan dengan Wakil Presiden AS Mike Pence yang dijadwalkan akan diadakan di ibukota Kairo pada akhir bulan ini, sebagai bentuk protes atas pengakuan Washington terhadap Yerusalem al-Quds sebagai ibukota Israel.

Baca: Jokowi Dongkol, Palestina Harus Merdeka, Itu Harga Mati

Keputusan Presiden AS Donald Trump “tidak memperhitungkan perasaan jutaan orang Arab,” kata kepala Gereja Koptik Mesir dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

“Gereja Orthodok Koptik Mesir menolak untuk menerima Wakil Presiden Amerika Mike Pence,” pernyataan tersebut menambahkan. Gereja tersebut mengatakan bahwa mereka akan berdoa untuk “kebijaksanaan dan untuk menangani semua masalah yang mempengaruhi perdamaian bagi masyarakat Timur Tengah.”

Pengumuman tersebut disampaikan sehari setelah Mufti al-Azhar Mesir, otoritas tertinggi negara tersebut, Ahmed al-Tayeb, juga menolak untuk bertemu dengan Pence.  Orang Kristen Koptik Mesir dianggap sebagai agama minoritas di wilayah ini.

Sementara itu, Majdi Khaldi, penasihat diplomatik presiden Palestina, mengkonfirmasi pada hari Sabtu bahwa Mahmoud Abbas tidak akan bertemu dengan Pence “karena AS telah melewati garis merah” di Yerusalem al-Quds.

Pada hari Rabu, Trump mengumumkan bahwa dia secara resmi mengakui Yerusalem al-Quds sebagai “ibukota” Israel dan memerintahkan dimulainya sebuah proses untuk memindahkan kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke kota Yerusalem.

Baca: Kecaman Pedas Uskup Yunani kepada Trump Terkait Yerusalem Ibu Kota Israel

Deklarasi tersebut mengirim gelombang kejut ke seluruh dunia Muslim, bahkan memicu peringatan dari sekutu Washington di Barat bahwa hal itu akan membawa lebih banyak kekacauan ke kawasan.

Para pemimpin Palestina mengumumkan hari Jum’at sebagai “hari kemarahan” melawan Israel dan AS. Bentrokan pecah antara tentara Israel dan demonstran Palestina setelah shalat Jum’at di Kota Tua al-Quds, al-Khalil – juga dikenal sebagai Hebron-, Bethlehem dan Nablus di Tepi Barat yang diduduki serta Jalur Gaza yang terkepung. Sedikitnya dua warga Palestina terbunuh dan sekitar 770 lainnya terluka dalam kerusuhan tersebut pada hari Jum’at.

Pada hari Sabtu, dua puluh orang Palestina terluka dalam bentrokan terus-menerus dengan pasukan Israel di Betlehem setelah pasukan mulai menargetkan kerumunan dengan peluru berlapis karet dan melepaskan gas air mata untuk membubarkan demonstran.

Baca: Korut: Kami Tak Pernah Akui Keberadaan Negara Israel

Yerusalem al-Quds tetap menjadi inti konflik Israel-Palestina, dimana orang-orang Palestina berharap bahwa bagian timur kota itu pada akhirnya akan berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: