Fokus

Kemendagri Bantah Ceramah Ustadz Zulkifli Terkait KTP China

Sabtu, 20 Januari 2018 – 07.20 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Terkait info yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya oleh Ustdaz Zulkifli Muhammad Ali tentang ada pembuatan jutaan KTP di China dan Prancis, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menampiknya.

Baca: PBNU: Materi yang Dibawakan Ustadz Zulkifli Muhammad Ali Bukanlah Dakwah

Direktur Jenderal (Dirjen) Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menegaskan, informasi yang disampaikan Zulkifli tersebut tidak benar. “Tidak mungkin itu terjadi,” ujar Zudan seperti dilansir oleh CNNIndonesia, Jumat (19/1).

Zudan memastikan pernyataan Zulkifli dalam ceramahnya adalah keliru. Dia menegaskan tidak ada pembuatan KTP di China dan Prancis. Bahkan, Zudan menantang Zulkifli membuktikan hal tersebut.

“Saya ingin lihat mana KTP palsu tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memeriksa Zulkifli terkait materi ceramah yang diduga bermuatan ujaran kebencian.

Baca: Ini Penjelasan Polisi Terkait Penetapan Tersangka Ujaran Kebencian SARA Ustadz Zulkifli

Berikut ini kutipan ceramah Zulkfili mengenai pembuatan KTP di luar negeri dan viral di media sosial. Selain itu, Zulkifli juga menyebut ada pasukan yang siap masuk ke Indonesia.

“… Ini pasti terjadi kaum muslimin yang kami muliakan dan ini bukan sesuatu hal yang sangat tabu lagi. Jutaan KTP sedang dibuat sekarang di China, jutaan KTP dibuat sekarang di Paris atas nama penduduk Indonesia tapi yang mengisinya adalah orang-orang sipit yang tidak ngerti Bahasa Indonesia.”

Atas dasar itu, kepolisian menetapkan Zulkifli sebagai tersangka kasus ujaran kebencian. Ceramahnya dianggap meresahkan publik.

Baca: Gus Mus: Umat Lupa Pemimpin dan Panutannya Adalah Nabi Muhammad Bukan Abu Jahal

Analis Kebijakan Madya Humas Polri Kombes Sulistyo Pudjo mengatakan, pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat. Video ceramah itu tersebar sejak November 2017.

“Itu berita bohong menyebarkan permasalahan informasi yang kurang benar yang bisa meresahkan masyarakat,” ujar Pudjo. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: