Fokus

Kemenangan Aleppo Hancurkan Kekuasan AS dan Barat di Timur Tengah

Kamis, 22 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, DAMASKUS – Perang yang dipimpin oleh tentara Suriah dan sekutunya dalam melawan terorisme, pada akhirnya menjadi pertempuran terakhir untuk membebaskan kota Aleppo dari teroris. Penasehat Presiden Suriah Bashar Assad Dr. Bouthaina Shaaban menganggap bahwa kemenangan ini “titik perubahan dalam perang ini”. (Baca: Bashar Assad Ikut Perang Secara Rahasia dalam 6 Pertempuran Inti di Suriah)

Dalam sebuah pernyataan kepada Al-Manar, penasehat kebijakan untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad, mengenai kemenangan Aleppo, yang akan selesai segera secara menyeluruh, menyatakan bahwa kemenangan ini  akan berdampak pada keseimbangan kekuatan regional dan internasional.

Dalam pernyataanya, ia juga menegaskan akan menutup akses kembalinya teroris yang bertujuan untuk mengancurkan.

Shaaban juga melihat upaya Barat yang ingin menghancurkan kekuatan pasukan Suriah dan sekutunya dengan berbagai cara untuk menggagalkan pertempuran Aleppo, tetapi pertempuran yang terjadi disini sangat dekat dengan kemenangan akhir dan akan membebaskan seluruh kota.

Ia berbicara dalam konteks kemenangan besar, karena tidak hanya untuk Pembebasan Suriah saja, tetapi untuk mengambil sikap perlawanan global dalam melawan terorisme dan mendukung bangsa yang berjuang untuk kedaulatan dan masa depan negara mereka, serta untuk keputusan yang independen. (Baca: Assad; Kemenangan Aleppo Langkah Besar Untuk Akhiri Perang Suriah)

Mengingat kemenangan di Aleppo, Shaaban menekankan bahwa keseimbangan kekuasaan telah berubah dan dunia telah menjadi multipolar, dan inilah yang tidak diinginkan AS, dimana Rusia, Cina dan negara-negara yang bersekutu dengannya memimpin di kancah Internasional, bukan Amerika dan Barat.

Dia juga mengatakan, “Semua yang berasal dari Iran, Suriah dan perlawanan, yang akan memimpin masa depan kawasan Timur Tengah, bukan mereka yang mencoba untuk menghancurkan kawasan tersebut.”

Ia melihat bahwa prestasi ini akan mempercepat solusi politik, karena Barat tergantung pada teroris, dan ketika teroris hancur, maka yang tergantung pada mereka akan menciptakan konsesi politik. Oleh karenanya itu, Barat pasti akan bernegosiasi dengan Rusia dan sekutu-sekutunya, serta berpartisipasi dalam berbagai solusi politik, berbeda dengan sebelumnya, karena saat ini mereka bertaruh pada teroris yang sudah hancur. (Baca: Rusia Mampu Lakukan Apa yang Tak Bisa Dilakukan AS di Suriah)

Kesimpulannya, Dr. Bouthaina Shaaban menyatakan bahwa kita berada di masa keterbukaan, dan dalam Dewan Keamanan dan Barat tujuan mereka adalah mendukung teroris, dan terorisme tidak akan ada tanpa dukungan kekuatan eksternal.

Sebagaimana, Shaaban menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah faham siapa yang mendukung terorisme, dan siapa yang berdiri menghadapi terorisme, baik dalam perkataan maupun perbuatan untuk masa depan kawasan nantinya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: