Fokus

Kematian Mengenaskan Fatimah Tak Sadarkan Kejahatan Saudi-AS di Yaman

Minggu, 05 Maret 2017 – 18.45 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Bunga baru dari bunga-bunga surga kini kembali  gugur meneguk syahadah mencapai kemuliaan. Potret demi potret bocah kecil Yaman yang malang korban kekejaman dan kebrutalan dari jet-jet tempur Saudi-AS kembali muncul. Kali ini Saada menjadi saksi dari kekejaman jet-jet tempur Saudi-AS yang melancarkan serangannya dengan menggunakan bom cluster. Di laporkan bahwa di provinsi Saada, ada sekitar 169 anak yang harus meregang nyawa akibat brutalnya agresi yang dilancarkan di wilayahnya. (Baca: Agresi Saudi Sebabkan Kesengsaraan Anak-anak Yaman)

Seorang anak kecil yang manis bernama Fatimah harus terbang ke langit di usianya yang masih belum genap dua tahun, setelah organ hatinya sobek akibat pecahan bom cluster bersarang di hatinya yang di tembakkan jet-jet tempur Saudi-AS yang merupakan kejahatan kemanusiaan.

Mungkin kita selalu bertanya-tanya, bagaimana mungkin kisah-kisah memilukan bocah-bocah Yaman ini berulang kali terjadi dan dunia internasional masih tetap diam membisu menyaksikannya, sedangkan Fatimah ini bukanlah bocah kecil pertama Yaman yang harus meregang nyawa akibat agresi brutal yang dilancarkan Saudi terhadap Yaman. Agresi terhadap Yaman ini terus dan berulang kali menargetkan warga sipil dan membunuh warga yang tak bersalah termasuk anak-anak.

Jika kita menilik kepada jumlah kejahatan yang dilakukan para agresor terhadap Yaman terutama terhadap anak-anak Yaman hal ini akan membuat hati kita miris, Menurut laporan Meritxell Relano, perwakilan UNICEF di Yaman, mengatakan pada pertengahan bulan Januari 2017 silam bahwa ada 1.400 anak-anak Yaman yang telah tewas dan ratusan lainnya terluka sejak Arab Saudi melancarkan agresinya di Yaman. (Baca: Agresi Saudi Sebabkan Kesengsaraan Anak-anak Yaman)

Namun sebagaimana yang kita ketahui, hal itu tidalah cukup untuk menggoyahkan hati nurani pemerintah Saudi, Amerika Serikat atau rezim-rezim budak mereka dan negara Arab di kawasan untuk menghentikan agresi militer mereka yang mengandung unsur permainan politik mereka di Yaman yang didorong oleh kepentingan. Mereka seperti tidak lagi memiliki rasa kemanusiaan karena mereka tidak ragu-ragu untuk terus melancarkan agresi brutal ini sehingga menjadikan anak-anak Yaman jatuh ke dalam krisis kemanusiaan buatan manusia dengan proporsi yang sangat mengkhawatirkan, di mana semuanya dilakukan atas nama memerangi musuh politik untuk melakukan kontrol atas negara.

Tampaknya, bagi mereka kematian ribuan anak-anak yang tidak bersalah adalah kerusakan yang dapat diterima untuk mengamankan kepentingan politik dan ekonomi mereka. Memang, anak-anak Yaman telah menjadi pakan ternak politik untuk memberi makan selera kekuasaan yang serakah dari pemerintah kapitalis yang tak pernah terpuaskan itu dari negara yang penuh sumber daya alam itu. Sedangkan organisasi internasional dan kelompok-kelompok HAM telah mengecam keras serangan udara yang dilancarkan Saudi terhadap Yaman, yang telah menewaskan dan mencederai atau menyebabkan cacat seumur hidup bagi ratusan anak-anak Yaman.

Hatiku berada bersama ibu yang berduka dan ayah yang sabar yang telah merelakan sumber kebahagiaan di dalam hidup mereka sebagai tebusan bagi negara yang kacau karena agresi brutal Saudi. (Baca: Lagi, Yaman Sikat Pasukan dan Tentara Bayaran Saudi dengan Rudal Katyusha)

Aku masih mengingatnya ketika aku bertemu dengan ayah dari putri kecil ini di rumah sakit dan dia berdiri di pintu lemari pendingin jenazah menjaga sisa-sisa dari bagian tubuh putri kecilnya Fatimah di kain kafan, menyaksikan hal ini tiba-tiba lidahku menjadi kelu dan aku tidak bisa mengucapkan kata-kata apapun sebagai ungkapan dukungan dan semangat dalam posisi sulit dan memilukan yang sedang ia hadapi.

Saat ini aku belajar dari sebuah pelajaran tentang peringatan dari para martir pekan lalu, aku tahu apa yang akan aku katakan pada kalian, bahwa akan tiba waktu dimana kita tidak akan bisa lagi melihat putra putri kecil kita di dunia ini, kita semua akan merasakan hal ini.

Hari ini aku katakan “Selamat atas kemuliaan ini wahai Fatimah putriku, berbahagialah dan mintalah syafaat di hadapan Allah yang Maha Adil yang membenci kedzoliman, pembunuhan, perpecahan dan kebencian”. (SFA)

Sumber: Saadahnews.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: