Eropa

Kematian Mantan Agen Kremlin, Senjata Inggris dan Barat Serang Rusia

Jum’at, 16 Maret 2018 – 09.36 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan pada hari Kamis bahwa Moskow menganggap Inggris dan sekutu Baratnya berusaha menghubungkan keracunan mantan kolonel intelijen militer Rusia hingga senjata kimia di Suriah.

Baca: Komentar Pedas Eks Mata-mata Cantik Rusia Terkait Kematian Mantan Agen Moskow di Inggris

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan kepada parlemen pada hari Rabu bahwa Inggris akan mengusir 23 diplomat Rusia terkait kasus keracunan mantan mata-mata Rusia dan puterinya, serta menekankan bahwa “mereka hanya memiliki satu minggu untuk pergi”.

Amerika Serikat juga mendukung keputusan Kerajaan Inggris untuk mengusir diplomat Rusia tersebut, dan menekankan bahwa Moskow “bertanggung jawab atas serangan agen saraf terhadap warga Inggris dan putrinya”, sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji akan mengumumkan tindakan terhadap Rusia mengenai keracunan tersebut.

Zakharova mengatakan dalam sebuah briefing pada hari Kamis, bahwa Barat berusaha untuk menghubungkan kasus keracunan Skripal dengan penggunaan senjata kimia di Suriah.

Baca: Kremlin-London Memanas, Inggris Akan Serang Rusia dengan Serangan Cyber

“Lagi pula, logika macam apa yang disuarakan kemarin dan logika apa yang diartikulasikan oleh komunitas pakar yang disebut-sebut itu? Damaskus menggunakan senjata kimia, Rusia mendukungnya. Poin terakhir dalam hal ini adalah bahwa Rusia, menggunakan bahan kimia di Inggris … Ini salah satu kampanye pinggiringan opini – untuk menghubungkan semua elemen ini dan untuk menyelesaikan cerita tentang senjata kimia di Suriah, tidak ada yang menyembunyikannya ,” tegasnya.

Menurut Juru Bicara Menlu Rusia, perkembangan terakhir adalah “bagian dari rencana yang dipikirkan dengan baik”.

Zakharova menambahkan bahwa Moskow saat ini mempertimbangkan tindakan pembalasan terhadap London dan akan mengumumkannya dalam waktu dekat, dengan menekankan bahwa Inggris telah “mendorong” diplomat Rusia keluar dari negara tersebut melalui mekanisme pencabutan izin tinggal selama beberapa tahun.

Amerika Serikat telah mengklaim bahwa Rusia pada akhirnya bertanggung jawab atas tuduhan senjata kimia yang digunakan oleh pemerintah Suriah terhadap warga sipil. Sementara keduanya, Moskow dan Damaskus telah berulang kali menolak tuduhan tersebut, dan menekankan bahwa kelompok militan yang didukung Barat melakukan serangan kimia untuk memberi kesempatan pada koalisi pimpinan AS untuk berpura-pura menyerang Suriah.

Baca: Kremlin Jawab Tegas Gertakan Theresa May, Inggris Ajak Konfrontasi Rusia

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley juga memperingatkan beberapa hari yang lalu bahwa Washington “tetap siap untuk bertindak”, jika Dewan Keamanan PBB gagal bertindak atas Suriah.

Di tengah tekanan Barat untuk menyalahkan pemerintah Suriah atas serangan kimia terhadap warga sipil di Damaskus Timur, London datang setelah Washington kemudian Paris, yang menekankan bahwa mereka harus mempertimbangkan serangan udara di Suriah jika pemimpinnya terbukti menggunakan senjata kimia pada warga sipil.

“Jika kita tahu hal itu telah terjadi, dan kita bisa menunjukkannya, dan jika ada usulan tindakan di mana Inggris bisa berguna, saya pikir kita harus mempertimbangkannya secara serius,” Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan kepada BBC akhir Februari.

Dalam pernyataan serupa, Presiden Emmanuel Macron mengatakan pada pertengahan Februari bahwa “Prancis akan menyerang” jika senjata kimia digunakan untuk melawan warga sipil dalam konflik Suriah yang melanggar perjanjian internasional, namun dia belum melihat adanya bukti terkait itu.

Pemerintah Suriah telah dengan keras menolak menggunakan atau bahkan memiliki senjata kimia sejak kepatuhan negaranya terhadap Konvensi Senjata Kimia yang disertifikasi oleh pengamat internasional pada tahun 2013. (SFA/FNA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: