Amerika

Kemajuan Teknologi Rudal Korut, China dan Rusia Sebabkan AS Ketakutan

Selasa, 27 Juni 2017 – 08.55 Wib,

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON – Perkembangan teknologi rudal balistik dan jelajah di seluruh dunia telah meningkatkan tingkat ancaman potensial yang dihadapi Washington, bahkan meskipun proyektil tidak membawa hulu ledak nuklir, menurut sebuah laporan Departemen Pertahanan AS yang baru. (Baca: Menurut Pejabat tinggi AS : Militer Amerika kalah unggul Tekhnologi dengan China)

Rudal telah melihat “perbaikan dramatis” dalam penargetan lokasi, yang “memungkinkan mereka digunakan secara efektif dengan hulu ledak konvensional,” menurut sebuah penilaian National Air and Space Intelligence Center yang dibagikan kepada Bloomberg News sebelum rilis publiknya. Senjata udara secara luas dipandang secara internasional sebagai “senjata dan simbol kekuatan nasional yang hemat biaya,” kata laporan tersebut. (Baca: Amerika Ketakutan, Rusia Buat Senjata Laser yang Bisa Jatuhkan Satelit AS)

AS dan sekutu-sekutunya telah berulang kali meminta Korea Utara untuk menghentikan penelitian dan pengembangan rudal balistiknya, namun Pyongyang telah menolak saran semacam ini. Sebuah laporan baru-baru ini beredar melalui media Korea Utara yang mengindikasikan bahwa Pyongyang akan terus berupaya mencapai kemampuan rudal balistik antar benua, Sputnik melaporkan pada hari Minggu. (Baca: Rudal Rusia Terbaru “Satan 2” Yang Mampu Hancurkan Perancis)

Di Iran dan Korea Utara, “pada dekade terakhir ini terlihat peningkatan pesat kemampuan rudal balistiknya yang memiliki akurasi akurat, dan bisa bermanuver pasca dorongan, dan efektivitas tempur,” menurut Pentagon.

Mungkin yang paling penting bagi pejabat militer dan intelijen AS adalah kendaraan hipersonik Rusia dan China yang terbaru, yang menurut laporan digambarkan sebagai “kendaraan dengan kecepatan hipersonik (lebih besar dari Mach 5) dan menghabiskan sebagian besar penerbangan mereka di tempat yang jauh lebih rendah. (Baca: WOW! Zircon, Rudal Hipersonik Rusia yang Tak Bisa Dicegat Atau Dihancurkan)

Laporan tersebut menambahkan bahwa Moskow “diharapkan dapat mempertahankan kekuatan terbesar rudal balistik strategisnya di luar Amerika Serikat.”

Sementara itu, China “terus memiliki program pengembangan rudal balistik paling aktif dan beragam di dunia,” menurut laporan tersebut, yang disiapkan bersamaan dengan Komite Analisis Rudal Balistik Intelijen Pertahanan. (SFA)

Sumber: Sputnik

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: