Eropa

Kelompok HAM Kecam PM Inggris Karena Undang Diktator Brutal dalam Perang Yaman

Rabu, 17 Januari 2018 – 06.56 Wib,

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Koalisi kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) telah meminta Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May untuk menarik undangan yang diberikan kepada Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ke Inggris.

Baca: Brutal di Yaman, Rakyat Inggris Desak Pemerintah Stop Penjualan Senjata Ke Saudi

Koalisi kelompok HAM, termasuk Campaign Against Arms Trade (CAAT) dan Organisasi Arab untuk Hak Asasi Manusia di Inggris (AOHR UK), mengirim sebuah surat pada hari Senin ke perdana menteri yang mengatakan bahwa kunjungan tersebut tidak sesuai dengan kepentingan Inggris, atau kepentingan orang-orang yang menderita akibat kejahatan yang dilakukan oleh pengeran mahkota.

“Rezim Saudi … memiliki catatan hak asasi manusia terburuk di dunia. Penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, serta pelanggaran mengerikan lainnya di dokumentasikan secara luas,” bunyi surat tersebut.

“Ini membuat kita takut sebagai negara yang mendukung dan berasosiasi dengan seorang diktator brutal yang menggunakan kelaparan sebagai senjata, dan telah membiarkan epidemi kolera terbesar dalam sejarah Yaman,” tambahnya.

Baca: Kelompok HAM: Inggris Kaki Tangan Kejahatan Saudi di Yaman

May mengundang putra mahkota dan Raja Salman Saudi pada akhir bulan ini untuk mengunjungi Inggris pada tahun 2018, di tengah kecaman internasional atas kejahatan perang yang sedang berlangsung di Yaman.

Inggris adalah pendukung utama perang Saudi di Yaman. Pemerintah May berada di bawah kecaman di dalam dan di luar negeri karena menolak menangguhkan penjualan senjata Inggris ke Arab Saudi di tengah perang yang sedang berlangsung di Yaman.

London, bagaimanapun, telah menolak tuntutan karena melihat Arab Saudi sebagai mitra dagang yang dibutuhkan Inggris setelah keluar dari Uni Eropa (UE).

Menurut CAAT, pemerintah Inggris telah melisensi lebih dari £ 4,6 miliar ($ 6,3 miliar) dari penjualan senjata ke Arab Saudi sejak pemboman dimulai pada tahun 2015. Perang yang dipimpin oleh Saudi sejauh ini telah membunuh lebih dari 13.500 orang dan menyebabkan krisis kemanusiaan serta wabah kolera yang mematikan di Yaman.

Baca: Perdagangan Senjata Antara Inggris dan Saudi Hanya Untuk Bunuhi Warga Yaman

“Jet dan bom buatan Inggris telah memainkan peran penting dalam menghancurkan sasaran sipil dan infrastruktur negara miskin itu,” kata surat kelompok hak asasi manusia tersebut. “Personel Inggris, dari angkatan bersenjata dan BAE Systems, hadir di pusat operasi Saudi, membantu malapetaka ini.”

Surat yang juga ditandatangani oleh Bahrain Institute for Human Rights, Sheba for Democracy and Human Rights, Human Rights for Yemen, Iraqi Democrats, and Stop the War Coalition menyatakan bahwa pejabat Saudi telah ‘mendukung tindakan represi di negara-negara lain seperti di Bahrain sejak 2011, dengan melakukan tindakan militer terhadap pemrotes anti-rezim.

Bin Salman, yang dikenal karena sikapnya yang tidak stabil, menjadi putra mahkota ketika sepupunya disingkirkan hampir tujuh bulan yang lalu. Bangsawan Saudi dengan jelas takut bahwa pangeran muda dan yang relatif tidak berpengalaman itu, akan mengguncang Arab Saudi dan membuat negara tersebut menjadi ketidakpastian politik lebih lanjut. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: