Asia

Kelompok Bersenjata Serang Sebuah Sekolah di Filipina Selatan

Kamis, 29 Juni 2017 – 09.03 Wib,

SALAFYNEWS.COM, FILIPINA – Kelompok bersenjata telah menggerebek sebuah sekolah di kota Filipina selatan, menurut polisi dan pejabat setempat.

Kepala Polisi setempat, Realan Mamon mengatakan militan telah memasuki sekolah di kota Pigcawayan dan mengambil sejumlah siswa untuk dijadikan sandera.

Menurut sebuah laporan polisi, sekitar 300 orang bersenjata, di antaranya satu kelompok yang berafiliasi dengan ISIS, telah memasuki sekolah tersebut.

Pasukan militer dikerahkan dan terlibat dalam baku tembak dengan militan. Kemudian, juru bicara militer, Restituto Padilla, mengatakan bahwa orang-orang bersenjata tersebut telah “melarikan diri” dan penyanderaan tersebut telah berakhir tanpa ada korban jiwa.

“Sudah terselesaikan,” katanya kepada wartawan. “Mereka sudah mundur; Mereka sudah tidak ada lagi.”

Padilla mengatakan penyelidikan sedang dilakukan untuk menentukan apakah lima warga sipil telah dibawa oleh militan atau tidak.

Seorang juru bicara kelompok militan yang terlibat dalam serangan tersebut mengatakan sebelumnya bahwa mereka telah membawa warga sipil ke tempat yang aman setelah mereka melakukan pertempuran dengan pasukannya. Dia mengklaim bahwa mereka tidak bermaksud menahan sandera sipil.

Pigcawayan yang terletak di Provinsi Cotabato Utara dan terletak sekitar 120 kilometer selatan Kota Marawi, di mana kelompok teroris yang bersekutu dengan ISIS telah terlibat dalam bentrokan dengan militer Filipina selama lebih dari sebulan.

Walikota Pigcawayan Eliseo Garcesa mengatakan, polisi masih mencari informasi apakah ada korban dalam insiden tersebut.

Perkembangan tersebut terjadi sehari setelah militer Filipina mengintensifkan serangannya terhadap militan di kota Marawi.

“Kami bertujuan membersihkan Marawi pada akhir bulan Ramadhan,” kata juru bicara militer Brigadir Jenderal Restituto Padilla, yang menjelaskan, bahwa itu bukan tenggat waktu yang ketat.

Pasukan Filipina berjuang untuk minggu kelima untuk mengusir 200 militan yang bersembunyi di Marawi sejak bulan lalu. Pada hari Selasa, sekitar 258 gerilyawan, 65 pasukan keamanan dan 26 warga sipil tewas di kota tersebut, menurut militer.

Diperkirakan 500 sampai 1.000 warga sipil terjebak di kota tersebut, beberapa di antaranya digunakan sebagai tameng manusia. (SFA)

Sumber: PTV

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: