Eropa

Kekuatan Nuklir dan Senjata Rusia Semakin Menggila

Vladimir Putin

MOSKOW – Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Kepala Staf Umum Valery Gerasimov, Wakil Menteri Pertahanan Yuri Borisov dan pejabat lainnya, Putin menegaskan bahwa ia ingin memperkuat nuklir Rusia, seperti dilansir PTV (16/05).

Baca: Rudal Rusia Terbaru “Satan 2” Yang Mampu Hancurkan Perancis

Dia menyerukan fokus bekerja pada modernisasi yang sedang berlangsung dari kekuatan nuklir strategis Rusia dan mempersenjatai kembali 14 resimen dengan sistem rudal balistik antar benua, Yalin, sebelum akhir tahun.

“Kekuatan nuklir strategis memiliki kunci penting untuk pertahanan dan keamanan,” katanya. “Sesuai dengan ketentuan program negara untuk persenjataan, kami akan melanjutkan penggantian kompleks rudal Topol yang sudah ketinggalan zaman dengan sistem terbaru Yars dan akan menempatkannya di atas meja peralatan di empat belas resimen rudal”.

Baca: Inggris Galau Lihat Tekhnologi Senjata Rusia Semakin Canggih

Rusia juga mengatakan telah berhasil menguji coba rudal RS-24 Yars pada target 6.000 kilometer jauhnya. Upgrade dari rudal Topol-M, Yars memiliki jangkauan sekitar 12.000 kilometer (7.500 mil) dan dapat membawa tiga hingga enam hulu ledak.

Putin mengatakan angkatan udara Rusia akan menerima Tu-95MS modern dan Tu-160 pengebom strategis jarak jauh, yang dimodifikasi untuk membawa rudal jelajah canggih X-101 dan X-102. Dia juga menekankan bahwa pembangunan lima kapal selam nuklir kelas Borey harus terus dilanjutkan sesuai jadwal.

Kapal perang Rusia tetap waspada di Suriah

Putin lebih lanjut mencatat bahwa serangkaian kapal perang Angkatan Laut Rusia yang dipersenjatai dengan rudal jelajah Kalibr secara permanen bertugas di Mediterania untuk melawan serangan potensial terhadap negara itu.

Baca: AS Anggap Senjata Hipersonik Rusia Adalah Bualan, Ini Respon Pedas Kremlin

Sebuah fregat Rusia di Laut Mediterania telah menembakkan rudal jelajah salvo ke militan di dekat kota barat Suriah, Deir Ezzor. “Karena risiko serangan teroris internasional di Suriah tetap ada, kapal kami yang dipersenjatai dengan rudal jelajah akan secara permanen bertugas di Mediterania,” tegas Putin. Rusia telah menjadi salah satu pendukung utama Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang melawan teroris yang didukung asing. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: