Amerika

KEJAM! Tak Mau Damai dengan Israel, AS Potong Bantuan Bagi Palestina

Rabu, 03 Januari 2018 – 14.24 Wib,

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON – KEJAM! Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memotong uang bantuan dari AS ke Palestina. Ia mengatakan, Palestina tidak lagi bersedia untuk bernegosiasi.

Baca: BERANI! Pemuda Palestina Lempar Mobil Menteri Israel dengan Batu & Bom Molotov

Trump melalui Twitternya mengatakan, AS membayar orang-orang Palestina ratusan juta dolar setahun dan tidak mendapat penghargaan apapun. “Mereka bahkan tidak ingin bernegosiasi untuk damai dengan Israel,” katanya seperti dilansir Guardian, Rabu, (3/1).

“Kami telah mengambil Yerusalem, bagian terberat dari negosiasi, tapi Israel untuk itu harus membayar lebih. Tapi dengan orang-orang Palestina yang tidak lagi mau berbicara damai, mengapa kita harus melakukan pembayaran yang besar ini kepada mereka?,” kata Trump.

Di Twitter, Trump juga mengeluarkan ancaman untuk memotong bantuan luar negeri ke sejumlah negara yang belum diketahui. “Bukan hanya Pakistan yang kita bayar miliaran dolar, tapi juga banyak negara lain.”

Baca: Yerusalem Ibu Kota Israel Cara Trump Usir Warga Palestina

Tanggal 1 Januari lalu Trump juga mengecam Pakistan karena gagal memerangi kelompok teror dan tetap mengambil bantuan AS.

Para pemimpin AS menggunakan bantuan luar negeri untuk mempromosikan kepentingan Amerika di luar negeri. Seperti untuk mengurangi krisis kemanusiaan dan mendukung masyarakat yang tertindas.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley sudah memperingatkan langkah Trump yang akan diambil di Dewan Keamanan PBB. Ia mengatakan, Presiden AS tidak ingin memberikan dana lagi sampai orang-orang Palestina bersedia kembali ke meja perundingan.

“Kami masih sangat ingin proses perdamaian. Tidak ada yang berubah dengan itu. Orang- orang Palestina sekarang harus menunjukkan bahwa mereka ingin datang berunding” kata Haley.

Baca: Ditekan Saudi dan AS, Mahmoud Abbas Khianati Rakyat Palestina

Sampai sekarang, ujar dia, mereka tidak datang tapi mereka meminta bantuan. “Kami tidak memberikan bantuan sampai kami memastikan mereka datang untuk diskusi,” tambah Nikki.

Tim perdamaian Timur Tengah mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Israel, Palestina, dan Arab selama hampir setahun sebelum adanya proposal perdamaian.

Tapi dengan mengakui klaim Israel atas Yerusalem, Trump dipandang oleh orang-orang Palestina orang yang memihak Israel atas isu paling sensitif dalam konflik tersebut. Oleh karena itu mereka enggan berunding dengan Trump sebagai mediator. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: