Fokus

KEJAM, Israel Racuni Warga Palestina dengan Pestisida Berbahaya

Jum’at, 24 Februari 2017 – 08.24 Wib,

SALAFYNEWS.COM, PALESTINA – Komite gabungan pencari fakta di Tepi Barat menegaskan bahwa Israel memproduksi dan memperdagangkan secara ilegal pestisida beracun di pemukiman, dan telah mencemari air irigasi dengan limbah industri dan domestik di pemukiman, hingga ke tanah perkebunan secara langsung, hal ini menyebabkan kerawanan pangan dan merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia. (Baca: Mufti Suriah: Kekacauan di Yaman dan Suriah Agar Muslimin Lupakan Palestina)

Penyelidik gabungan, yang disiapkan oleh Tim Gabungan Pencari Fakta yang dipimpin oleh Masyarakat Arab untuk Perlindungan Alam, (APN) dan  Pestisida Action Network di Asia dan Pasifik (PANAP) telah mengungkapkan tentang keberadaan pestisida berisiko tinggi yang dilarang oleh Otoritas Palestina, seperti endosulfan, dan Docatalon (paraquat), namun diperdagangkan secara ilegal ke pemukiman yang diduduki Israel. (Baca juga: Indonesia-Iran Sama-sama Berkomitmen Bela Rakyat Palestina)

Sebagaimana ditemukannya laporan bahwa 50% dari pestisida di Palestina adalah ilegal, dan telah disita lima ton pestisida yang dilarang sejak tahun 1995.

Pestisida yang mengalir ke tanah pertanian dan limbah berbahaya dari pembuatan bahan kimia pertanian di pemukiman Israel, telah meyebabkan para petani Palestina dan ternak serta sumber air mereka terkontaminasi racun berbahaya. Pembuangan limbah yang berbahaya ke wilayah Palestina, termasuk di daerah-daerah yang berdekatan dengan sekolah secara langsung sudah didokumentasikan. (Baca: Menhan Iran: ISIS Buah Konspirasi AS-Zionis Hancurkan Islam dan Dunia)

Komisi penyelidikan menyatakan bahwa permukiman itu dekat dengan pabrik industri Israel di Tepi Barat yang membuat tanah dan air minum di wilyah sekitarnya terkontaminasi, dan penyebaran nyamuk yang menularkan penyakit, serta meningkatnya penyakit pernapasan dan mata, yang melanda anak-anak. (SFA)

Sumber: MNR

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: