Eropa

Kecaman Pedas Uskup Yunani kepada Trump Terkait Yerusalem Ibu Kota Israel

Jum’at, 08 Desember 2017 – 14.35 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YUNANI – Uskup Atallah Hanna turut menyikapi pernyataan presiden AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dengan mengatakan “aku berkata kepada rakyat Palestina bahwa kulit Anda tidak akan sampai ke ujung jari Anda”.

Baca: Kecaman Bangsa Arab dan Dunia Atas Keputusan Bodoh Trump Terkait Yerusalem

Uskup Agung Atallah Hanna, kepala uskup Episkopal Gereja Ortodoks Yunani mengatakan bahwa Presiden Trump telah membunuh sisi kemanusiaannya dengan menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel begitu juga dia telah melepaskan ke Kristenannya yang ia klaim sebagai bagian dari dirinya. Telah tampak saat ini, wajah nyata dari kebijakan dan politik AS yang memusuhi rakyat Palestina dan bangsa Arab.

Uskup Agung Atallah Hanna mengatakan bahwa ia berkata di dekat pohon Natal namun ia telah mengabaikan pesan Natal, ia mengatakan  apa yang ia katakan  di dalam ruangan yang diterangi dengan lampu dan hiasan tapi ia mengabaikan pemilik acara yang lahir di gua Betlehem dan tinggal di Palestina dan memberikan semua pemberian kemanusiaan di Palestina. Ia mengabaikan misi seseorang yang kita peringati kelahirannya yang datang dan menerbitkan nilai cinta, persaudaraan dan kasih sayang di antara orang-orang dan menjadi penolong bagi orang miskin, tersiksa, terpinggirkan dan tertindas, beraada di samping setiap orang yang tertindas dan menderita. Saat ini Trump menunjukkan wajah sebenarnya dari politik AS yang tidak ada hubungannya dengan nilai moral, manusiawi dan spiritual. Dan kami tidak melihat dari kebijakan dan politik AS kecuali permusuhan kepada rakyat Palestina kami dan bangsa Arab kami.

Baca: 8 Negara Desak Gelar Sidang Darurat PBB Bahas Keputusan Trump ‘Yerusalem Ibukota Israel’

Dari mana anda berasal wahai Trump, sedangkan pesan Kristus datang ke dunia in untuk menjadi pendukung penderitaan dan kesulitan. Dari agama Kristen mana Anda berasal sedangkan Kristen selalu memihak nilai-nilai keadilan dan membela hak asasi manusia dan memanggil serta menyerukan penghapusan ketidakadilan dari orang-orang yang tertindas.

Hari ini Anda menyatakan keberpihakan Anda terhadap penindas dengan mengorbankan para penindas dan menyatakan sesuatu yang Anda tidak berhak mengatakannya. Siapa yang meberi Anda wewenang untuk menyatakan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel dan siapa yang memberi Anda wewenang untuk melakukannya?.

Kebijakan AS telah menenggelamkan wilayah Arab dengan kekacauan, perselisihan, perang, kekerasan dan terorisme dan saat ini Amerika kembali membuat pengumuman dari sebuah rumah yang dinamakan Gedung Putih namun telah berubah menjadi Gedung Hitam bagi kita di mana diklaim di dalamnya martabat dan kebebasan rakyat dihormati.

Amerika telah dan terus menjadi penyebab banyak bencana, kemunduran dan musibah yang menimpa wilayah Arab serta negara dan masyarakat lainnya.

Baca: Lawan Trump, Hashtag #FreePalestine, #SaveAlQuds Penuhi Medsos Twitter

Trump menyatakan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel dan kami katakan kepadanya dan para pembantunya bahwa Yerusalem hanya akan menjadi ibukota Palestina dan hanya akan menjadi ibukota damai dan bukan tempat untuk kekerasan, ekstrimisme dan kebencian.

Pengumuman yang disampaikan Trump saat ini telah menampar wajah setiap orang yang merdeka di dunia ini, hal ini merupakan penghinaan terhadap rakyat Palestina kami dan bangsa Arab kami, tetapi sebagaimana yang dikatakan dalam bahasa kita “jangan membenci sesuatu karena mungkin sesuatu itu baik untuk Anda”. Saat ini, pengumuman presiden AS yang menunjukkan kebijakan sebenarnya AS di wilayah kawasan menjadi bukti dukungannya kepada Israel dan keinginannya untuk mengusir orang-orang Palestina dan bangsa Arab.

Hadiah Trump kepada rakyat Palestina kami di hari Natal adalah pernyataan yang tidak menyenangkan yang hanya akan meningkatkan keteguhan, ketabahan dan berpegang teguhnya rakyat Palestina kami dengan kota suci dan pembelaan kami kepada kesucian dan anugerah Yerusalem yang akan melawan pendudukan siang dan malam.

Kami mengatakan dari kota suci Yerusalem bahwa kami tetap tinggal di dalamnya dan berdiri di sampingya dan tindakan AS baru-baru ini tidak akan mengubah apapun. Kota Palestina kami masih mengalami pendudukan yang harus dihapuskan dan kota kami menerima kebijakan yang tidak adil yang mengincar orang-orang Palestina dalam semua aspek kehidupannya.

Pertama-tama, saya menyerukan kepada orang-orang Palestina untuk bersatu dalam rangka menghadapi persekongkolan yang menargetkan kota Yerusalem. Saya berkata kepada orang-orang Palestina “Jangan berharap kulit Anda sampai ke ujung jari Anda”. Jangan mengharapkan pertolongan dari manapun di dunia ini dan orang-orang yang bertaruh di Gedung Putih telah mengambil keputusan yang melawan prinsip kemanusiaan dan bertentangan dengan prinsip keadilan, kebebasan dan pembelaan hak asasi manusia.

Kami juga menyerukan bangsa Arab dari Samudera Atlantik hingga Teluk untuk tidak meninggalkan tugas mereka terhadap Yerusalem dan tidak mengingkari tanggung jawab mereka terhadap kota ini yang memiliki situs suci Islam dan Kristen yang paling penting. Jangan tinggalkan koa Yerusalem berdiri sendiri melawan para pembunuhnya dan jangan tinggalkan orang-orang Palestina berjuang sendirian untuk mempertahankan sejarah, warisan, identitas dan kesucian Yerusalem.

Sikap permusuhan AS tidak akan menyebabkan sesuatu kecuali akan memperkuat stabilitas, keteguhan, ketahanan, keterikatan dan pembelaan terhadapa kota Yerusalem, karena kami tidak memiliki martabat tanpa Yerusalem dan tidak ada kebebasan tanpa kota suci Yerusalem. Dan apa yang terjadi baru-baru ini tidak akan mengubah keteguhan dan keyakinan kita yang kuat akan pentingnya membela Yerusalem dan melindunginya serta merebutnya kembali untuk menjadi ibu kota negara kita Palestina.

Saya juga menyerukan pada pemimpin agama Islam dan Kristen bahwa apa yang terjadi adalah kejahatan terberat terhadap kita semua. Ini adalah kejahatan yang menargetkan ibu kota kita, kiblat kita dan tempat kesucian kita. Kejahatan ini menargetkan  martabat dan kebebasan kita serta identitas kota Arab Yerusalem di Palestina.

Teman-teman di seluruh penjuru dunia, kita saat ini harus lebih banyak berada di samping Yerusalem yang sejarahnya, warisan dan identitasnya tengah dijadikan sasaran oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

Tapi pertama-tama, kita bertaruh pada rakyat Palestina kita yang tidak akan menyerah pada keadaan ini dan pada sikap AS yang memusuhi mereka. Presiden AS telah mengumumkan hukuman mati atas apa yang disebut dengan “proses perdamaian” dan menyebutnya sebagai bentuk belas kasihan?.

Tidak akan ada proses perdamaian apapun yang bisa kita lakukan tanpa Yerusalem. Yerusalem adalah inti dari masalah ini dan tidak ada masalah Palestina tanpa Yerusalem dan tidak ada negara Palestina tanpa Yerusalem.

Hari ini, kita menghadapi situasi baru dan setiap orang harus memikul tanggung jawab mereka.

Kata-kata Uskup Agung Atallah Hanna disampaikan beberapa saat setelah presiden AS secara resmi mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan keputusannya untuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Atallah Hanna

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: