Headline News

Kecaman Bangsa Arab dan Dunia Atas Keputusan Bodoh Trump Terkait Yerusalem

Jum’at, 08 Desember 2017 – 07.28 Wib,

SALAFYNEWS.COM, TIMUR TENGAH – Sesaat setelah pernyataan presiden AS yang mengumumkan pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, kecaman dan kutukan datang dari sejumlah negara di dunia. Selain itu, Sekretaris Jenderal PBB juga menyatakan bahwa dengan adanya keputusan ini tidak ada alternatif untuk solusi antara konflik Israel-Palestina.

Baca: 8 Negara Desak Gelar Sidang Darurat PBB Bahas Keputusan Trump ‘Yerusalem Ibukota Israel’

Berbagai kecaman datang dari seluruh penjuru dunia, diantaranya dari presiden Prancis menyatakan dengan tegas penolakannya terhadap keputusan Trump tersebut dan menganggap hal tersebut bertentangan dengan resolusi PBB.

Sekjen PBB, Antonio Guterres mengatakan setelah pengumuman presiden AS Donald Trump bahwa “tidak ada alternatif untuk solusi dari konflik kedua negara dan tidak ada rencana alternatif”. Ia menambahkan bahwa “sejak hari pertama saya mengatakan dengan jelas bahwa setiap keputusan yang mengancam solusi akhir akan saya lawan”.

Guterres menegaskan bahwa Yerusalem merupakan solusi akhir yang harus dipertimbangkan  dalam resolusi PBB, ia menekankan bahwa ia akan melakukan yang terbaik untuk mendukung para pemimpin Palestina dan Israel untuk kembali dalam perundingan damai.

Sementara itu, presiden Peancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa “Perancis tidak menudukung keputusan “sepihak” presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan ia menginginkan ketenangan di wilayah kawasan”.

Baca: Lawan Trump, Hashtag #FreePalestine, #SaveAlQuds Penuhi Medsos Twitter

Macron mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Algeria bahwa “keputusan AS ini sangat disayangkan dan Perancis tidak mendukung keputusan ini dan hal ini bertentangan dengan resolusi DK PBB”.

Macron menegaskan bahwa seharusnya status Yerusalem ditentukan oleh Israel dan Palestina melalui jalur negosiasi.

Sementara itu Dewan Federasi Rusia juga menanggapi keputusan menghebohkan Trump ini dan menganggap keputusan Trump ini sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap piagam PBB dan solusi kedua negara”.

Selain itu, Iran dan Turki juga mengecam keputusan AS tersebut dan mengatakan bahwa keputusan tersebut adalah keputusan illegal dan hanya akan memicu konflik dan benturan baru.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa “keputusan AS tersebut tidak rasional dan bersifat provokatif dalam hal mengakui Yerusalem sebagai ibu kota entitas zionis, dan ini mengungkapkan niat busuk AS”. Kementerian Iran juga mengatakan bahwa, “keputusan AS akan menyakiti perasaan umat Muslim dan memicu konflik baru”.

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa keputusan AS ini akan memperburuk tingkat ekstrimisme dan kekerasan, dan tanggung jawab akan jatuh ke tangan AS dan entitas Zionis. Iran juga meminta semua kalangan internasional dan negara-negara yang berpengaruh terutama umat Muslim untuk mencegah pelaksanaan keputusan AS ini demi menjaga keamanan dan stabilitas wilayah kawasan.

Baca: Bentrokan Dahsyat Palestina-Israel Pasca Deklarasi Trump Terkait Yerusalem Ibukota Israel

Sementara itu, pemerintah Republik Arab Suriah mengatakan di halaman resminya di situs jejaring sosial bahwa masa depan Yerusalem tidak ditentukan oleh sebuah negara atau presiden, namun oleh sejarah, kemauan dan tekad yang tekun untuk kepentingan Palestina yang akan tetap hidup di dalam hati nurani bangsa Arab sampai berdirinya negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya”.

Kementerian Luar Negeri Turki juga mengecam “tindakan AS yang tidak bertanggung jawab dalam mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel”, dengan alasan bahwa keputusan Trump tentang Yerusalem ini “tidak sah dan tidak bertanggung jawab”. Sementara itu beberapa ratus orang berkumpul di luar konsulat AS di Istanbul untuk memprotes pernyataan Trump terkait Yerusalem.

Adapun Kementerian Luar Negeri Mesir juga turut mengecam keputusan Amerika tersebut dan menyatakan penolakannya atas segala konsekuensi yang terkait dengan keputusan tersebut. Kementerian Mesir mengatakan bahwa “Mesir menekankan bahwa penerapan keputusan sepihak seperti itu bertentangan dengan resolusi legitimasi internasional dan hal ini tidak akan mengubah status hukum kota Yerusalem menjadi berada di bawah pendudukan dan tidak dapat diterimanya tindakan yang akan merubah status quo di kota Yerusalem”.

Kementerian Luar Negeri Mesir juga menegaskan tentang “kekhawatiran besar Mesir atas kemungkinan munculnya sejumlah dampak yang akan mengganggu stabilitas kawasan akibat keputusan ini, karena keputusan ini menyangkut perasaan orang-orang Arab dan Islam karena adanya situs spiritual, budaya dan sejarah dari kota Yerusalem yang ada dalam hati nurani bangsa Arab dan Islam”.

Kementerian Mesir tersebut mengatakan bahwa keputusan tersebut akan memiliki efek yang sangat negatif terhadap proses perdamaian.

Grand Sheikh al-Azhar juga turut menanggapi keputusan ini, beliau memperingatkan akan dampak serius dari keputusan Trump ini dan mengatakan bahwa Trump telah mengabaikan perasaan lebih dari 1,5 miliar Muslim di dunia.

Presiden Lebanon, Michel Aoun mengatakan bahwa keputusan presiden AS tersebut mengancam proses perdamaian dan stabilitas wilayah kawasan. Aoun mengatakan bahwa “keputusan Trump tersebut berbahaya dan mengancam kredibilitas AS sebagai sponsor proses perdamaian di kawasan serta merusak situasi khusus yang telah didapat Yerusalem sepanjang sejarah”.

Aoun juga meminta negara-negara Arab untuk mengambil satu langkah tegas untuk mengembalikan identitas Arab ke Yerusalem dan mencegah perubahannya.

Selain itu, pemerintah Yordania mengatakan bahwa keputusan Trump tersebut sebagai “sebuah pelanggaran terhadap legitimasi internasional dan piagam PBB”. Bahkan, Menteri Luar Negeri Qatar menilai bahwa keputusan Trump tersebut dapat menciptakan eskalasi yang serius dan bagaikan hukuman mati terhadap semua upaya perdamaian. (SFA)

Sumber: Al Mayadeen

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: