Headline News

Kebijakan Tak Jelas AS di Suriah Kobarkan Perang Baru di Timur Tengah

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Minggu, 28 Januari 2018 – 05.37 Wib,

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Surat kabar Inggris “The Independent”, pada hari Sabtu (27/01) memperingatkan bahwa kebijakan-kebijakan AS akan meletuskan perang baru di Timur Tengah.

Baca: Pejuang dan Relawan Asing Tiba di Afrin Gabung Kurdi Lawan Turki

Dalam surat kabar tersebut tertulis ada sebuah laporan yang menyatakan bahwa “kebijakan Turki yang telah diimplementasikan baru-baru ini menunjukkan bahwa tidak diragukan lagi bahwa Ankara tidak akan membiarkan adanya negara Kurdi di perbatasannya, sekalipun Kurdi berada di bawah perlindungan Amerika Serikat”. Independent menjelaskan bahwa “keengganan AS dalam menerima keputusan Turki mencerminkan kemunduran AS secara cepat dan jarang terjadi dalam kebijakan luar negerinya dan dalam bentuk yang kabur di mana kebijakan AS ini telah menghasilkan sesuatu yang bertentangan dengan yang diinginkan Washington”.

Baca: Amerika dan Turki Bersitegang di Afrin Suriah

Selain itu, surat kabar ini menambahkan bahwa “sekretaris negara AS, Rex Tillerson dengan tergesa-gesa mengatakan bahwa negaranya akan mempertahanakan kehadiran milternya di Suriah bahkan setelah hancurnya organisasi teroris ISIS, dengan alasan bahwa Washington ingin mencegah kembalinya organisasi-organisasi teroris tersebut sekaligus memerangi Bashar Assad dan berusaha menjatuhkannya serta menghadapi pengaruh Iran yang terus meningkat, dimana hal ini bertentangan dengan kebijakan AS yang diumumkan sebelumnya bahwa Washington tidak menginginkan apapun dari Suriah kecuali menghancurkan teroris ISIS”.

Baca: Geger Amerika dan Turki di Perbatasan Suriah

Surat kabar ini mengatakan bahwa, “deklarasi Turki tentang operasi “olive branch” di Suriah utara terjadi beberapa hari setelah pecahnya perang baru antara Turki dan Kurdi. Ankara menyatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan pembentukan negara Kurdi di perbatasannya dan negara mereka akan melawan dengan perang untuk membela kepentingannya, namun Persatuan Rakyat Kurdi diketahui telah dipersanjatai AS dan mereka memiliki pengalaman perang dan akan berperang dengan kuat”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: