Amerika

Kasus Pengusiran Diplomat, Trump Puji Kecerdasan Putin dalam Berpolitik

Sabtu, 31 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON – Presiden terpilih AS, Donald Trump mengungkapkan bahwa keputusan pesiden Rusia, Vladimir Putin yang tidak melakukan tindakan serupa dengan mengusir diplomat AS dari Rusia adalah sebuah langkah yang sangat baik dan istimewa, seperti dilansir oleh kantor berita Arabic.rt (30/12). (Baca: Perang Diplomatik Antara Rusia dan Amerika)

Sebelumnya presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan bahwa ia tidak akan menanggapi sanksi AS dengan merendahkan diri dengan meniru sikap Obama. Dalam menanggapi sanksi AS, Putin justru mengundang anak-anak dari para diplomat AS untuk menghadiri perayaan tahun baru di Kremlin.

Donald Trump mengungkapkan dalam tweet yang ia posting di akun jejaring sosialnya “Twitter” pada jumat malam (30/12) yang dimaksudkan pada Putin berbunyi “Saya selalu tahu bahwa ia adalah orang yang sangat cerdas!”.

Twit Donald Trump

Tweet ini dituliskan untuk mengomentari pernyataan presiden Rusia yang bertentangan dengan harapan Barat terkait reaksinya atas pengusiran 35 diplomat Rusia dari AS, dan sikap ini menegaskan bahwa Moskow tidak menargetkan diplomat AS dalam langkah pembalasan terhadap sanksi AS.

Putin mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diungkapkan pada hari Jumat, 30 Desember bahwa, “Kami tidak akan membuat masalah bagi para diplomat AS, kami tidak akan mengusir satupun dari mereka, kami juga tidak akan melarang anggota keluarga dan anak-anak mereka untuk menggunakan tempat-tempat hiburan yang biasa mereka gunakan selama libur tahun baru. Selain itu, kami juga mengundang anak-anak dari para diplomat AS yang tinggal di Rusia untuk menghadiri perayaan New Year’s Eve di Kremlin”. (Baca: Surat Putin Kepada Donald Trump)

Putin

Pada saat yang sama, presiden Rusia ini menyampaikan bahwa pihak Rusia sesuai dengan praktek internasional saat ini, dengan semua dasar-dasar yang telah terpenuhi, akan memberikan balasan yang tepat atas sikap AS tersebut.

Pernyataan ini dikeluarkan oleh Putin menyusul pengumuman presiden AS, Barrack Obama pada kamis (29/12) yang memerintahkan deportasi 35 diplomat Rusia yang bekerja di Amerika.

Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi bahwa pemerintah AS memberikan waktu 72 jam bagi 35 diplomat Rusia beserta keluarganya untuk meninggalkan wilayah Amerika Serikat.

Pihak Gedung Putih menjelaskan bahwa proses deportasi ini mencakup staf di kedutaan Rusia di Washington serta Konsulat Rusia di San Fransisco.

Selain itu, sebelumnya Departemen Keuangan AS pada kamis pagi (29/12) mengumumkan penjatuhan sanksi terhadap 6 warga Rusia termasuk Igor Korobov, kepala Departemen Intelijen Umum dan 3 anggota dalam kepemimpinan intelijen Rusia dan 5 lembaga Rusia termasuk Dinas Keamanan Federal dan Departemen Intelijen Umum.

Terkait dengan hal ini, Obama mengatakan bahwa sanksi yang dijatuhkan terhadap Rusia dan para diplomatnya yang bekerja di AS bukanlah satu-satunya balasan AS atas “tindakan permusuhan Rusia”.

Obama menjelaskan bahwa sanksi ini diambil sebagai balasan dari “intervensi Rusia dalam pemilu AS” dan “tekanan Rusia terhadap diplomat AS di Rusia”, yang kedua hal ini telah dibantah dengan tegas oleh pemerintah Rusia. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: