Fokus

Kapolri: Penyerang Gereja Sleman Terkena Paham Radikal dan Gagal ke Suriah

Senin, 12 Februari 2018 – 15.50 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Pelaku penyerangan Gereja Katolik Santa Lidwina Bedog, Sleman diduga mengikuti ajaran radikal. Hal itu disampaikan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Baca: Sebelum Serang Gereja Santa Lidwina Sleman, Suliyono Ingin Nikah dengan Bidadari

“Ada indikasi kuat yang bersangkutan terkena paham radikal,” ujar Tito di Gedung Promoter, Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018). Tito menerangkan, pelaku penyerangan atas nama Suliyono 23 tahun. Ia seorang mahasiswa asal Banyuwangi.

Suliyono pernah berencana berangkat ke Suriah, namun gagal sehingga melakukan aksi amaliyah terhadap sosok yang dinilai ‘kafir’. “Pernah membuat paspor Suriah tapi tidak berhasil,” ujar Tito. Tito mengatakan, Suliyono kerap berpindah-pindah tempat tinggal. Dari Poso, Sulawesi Tengah hingga Magelang, Jawa Tengah.

Baca: Kronologi dan Video Pembacokan di Gereja Santa Lidwina Sleman Yogyakarta

Tito menerangkan, pihaknya masih mendalami dan menyelidiki lebih lanjut apakah Suliyono bekerja sendiri atau terafiliasi dengan kelompok tertentu. “Persoalan apakah bekerja sendiri atau bagian dari jaringan, ini sedang dikejar tim Mabes Polri dan Polda DIY,” ujar Tito.

Baca: Buya Syafii kepada Jokowi: ISIS Rongsokan Peradaban Arab

Kapolri telah memerintahkan kepada Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan tim intelijen dari Mabes Polri berkoordinasi dengan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mendalami hal tersebut. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: