Eropa

Kapal Amerika Dilarang Jelajahi Laut Tengah

Minggu, 17 Desember 2017 – 08.24 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Rusia dan Suriah telah mencapai kesepakatan untuk memutuskan tentang kawasan yang akan digunakan untuk armada Rusia di pelabuhan Tartous di Suriah.

Baca: Rusia Bangun Pangkalan Laut di Tartous Dalam Dua Tahun di Suriah

Keputusan untuk mengubah “titik pasokan dan perawatan armada laut Rusia 720” di Tartous ke sebuah pangkalan militer AL diperkirakan akan segera disetujui oleh parlemen Rusia.

AL Rusia berharap memiliki sebuah pangkalan yang menghadap ke Laut Mediterania, dimana pasukan Rusia telah menghadapi sejumlah masalah ketika mereka beroperasi disana, termasuk tidak adanya tempat istirahat dan tidak tersedianya kebutuhan hidup yang mereka perlukan. Sehingga mereka harus tinggal di laut selama berbulan-bulan dan memiliki resiko tinggi terkena serangan udara dari pesawat NATO.

Baca: NATO dan AS Kompak Keroyok Rusia

Dan masalah ini tidak bisa selesai sampai kapal Rusia tahun 1971 memasuki pelabuhan Tartous. Kawasan yang disiapkan untuk armada Rusia tidak cukup luas kecuali hanya bisa untuk gedung administrasi, barak militer dan beberapa bengkel dan gudang kecil bahkan pasokan kapal dengan bahan bakar pun bermasalah, sebagaimana yang disebutkan surat kabar “Svobodnaya Prisa”.

Alasan lain adalah bahwa pasukan Rusia telah mencari pangkalan di Mediterania timur. Hal ini disebabkan oleh konfrontasi dengan armada laut keenam AS yang saat ini dilarang untuk menjelajahi Laut Tengah dan memasuki wilayah timur dimana mereka bisa menyerang Rusia-Eropa dengan rudal Tomahawk.

Baca: Kehadiran Kapal Induk Rusia di Suriah Gertak Israel, NATO dan Barat

Kemungkinan besar, hal-hal akan berubah saat armada AS melihat lebih banyak kapal perang Rusia di pangkalan yang menghadap ke Laut Mediterania. (SFA)

Sumber: ALM

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: