Editorial

Kader PKS dan Media Radikal Serang Jokowi

Senin, 09 Oktober 2017 – 10.45 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang Pilpres 2019 partai oposisi pemerintah semakin aktif merong-rong kinerja pemerintahan Joko Widodo, salah satunya adalah Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil, yang mengkritik kepemimpinan Jokowi-JK selang tiga tahun. Tak tanggung-tanggung, ia menilai bahwa kelebihan Jokowi hanya di wajahnya yang terlihat ‘wong ndeso’, dimuat di media Kiblat net tanggal 07 Oktober dengan judul “Politisi PKS: Kelebihan Jokowi Hanya di Wajahnya yang “Wong Ndeso””, yang kita tahu kiblat net adalah salah satu media yang sempat ditutup oleh pemerintah karena seringkali memberikan informasi terkait dengan radikalisme, dan masuk dalam daftar media radikal seperti banyak dikutip oleh media nasional.

Baca: Situs Radikal Diblokir PKS Meradang

Politisi ini bukan memberikan kritik kepada pemerintah seperti yang kita tahu bersama bahwa banyak sekali yang sudah dilakukan pemerintahan Jokowi-JK, contohnya beliau membangun insfrastruktur dan meningkatkan perekonomian rakyat secara merata, dan yang lebih aneh lagi politisi ini tidak menyadari bahwa banyak kader-kader PKS yang terlibat korupsi.

Baca: Balas Dendam!! Fahri Hamzah Bongkar Kebejatan Kader PKS

Ucapan politisi PKS ini hanya ingin merobohkan stigma positif Jokowi di masyarakat contohnya saat dia berbicara dalam diskusi ‘Evaluasi 3 Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK’ di Jakarta pada Jumat (06/10), Nasir Jamil mengatakan bahwa “Ke depan, Indoensia tidak hanya butuh pemimpin yang merakyat. Karena sifat yang juga harus dimiliki seorang pemimpin adalah tegas dan mampu merajut dari Sabang sampai Merauke”, kenyataannya Jokowi pemimpin yang sangat tegas dan mampu merajut kebhinekaan, buktinya disaat kelompok radikal dan khilafah menggoyang kebhinekaan dengan cara menyebarkan isu-isu agama kepada rakyat, tidak beberapa lama pemerintahan Jokowi dengan tegas membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sangat membahayakan keutuhan NKRI karena agenda mereka ingin menegakkan Khilafah Wahabi di Indonesia yang sangat majemuk ini.

Baca: PKS PARTAI TERLARANG

Dan ada komentar kader PKS ini yang sangat tidak masuk akal ketika “ Sebenarnya tugas presiden itu (menjaga kedaulatan.red. Bukan bagi-bagi sembako, kemudian kartu pelajar, kartu sehat. Tapi bagaimana menjaga kedaulatan”, bagi-bagi sembako, kartu pelajar dan kartu sehat adalah salah satu elemen penting bagi rakyat dan hal itu juga merupakan bentuk riil menjaga kedaulatan rakyat dan NKRI.

Selayaknya PKS dan kader-kadernya untuk ikut serta menjaga kedamaian negara dengan tidak bermanuver politik hitam disini. Berpolitk dan kritis boleh asal sudah menunjukkan kerja nyatanya, bukan hanya membual. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: