Amerika

Juru Bicara Koalisi AS Ungkap Senjata Kimia Teroris ISIS  

Sabtu, 28 Oktober 2017 – 07.22 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Juru bicara operasi anti-ISIS, Kolonel Ryan Dillon mengatakan kepada Sputnik pada hari Jumat (27/10/2017) bahwa pasukan koalisi pimpinan Amerika telah menemukan dan menghancurkan senjata kimia yang berada di tangan kelompok teror ISIS.

Baca: Hacker Malaysia Bongkar Dokumen Konspirasi Busuk Serangan Kimia di Suriah

“Kami telah melihat penggunaan senjata kimia yang baru dibuat dan tidak efektif oleh ISIS di Irak dan Suriah,” kata Dillon kepada Sputnik dalam sebuah wawancara telepon dari Baghdad. “Kami telah menemukannya dan kami telah mengejar mereka dan menghancurkannya.”

Periset dan analis telah mencatat puluhan kasus di mana ISIS telah menggunakan senjata kimia di Suriah dan Irak, serta memperingatkan bahwa kelompok teror tersebut lebih cenderung menggunakan taktik seperti kekhalifahannya.

Baca: Serangan Kimia Senjata AS Gulingkan Assad dan Hancurkan Suriah

“Kami telah menemukan beberapa contoh mortir atau RPG yang berbeda, granat berpeluncur roket, dengan beberapa jenis bahan kimia yang telah digunakan untuk membuat senjata kimia tersebut,” kata Dillon, dan menambahkan bahwa pasukan koalisi juga menemukan tumpukan sebagian besar bahan kimia industri yang bisa digunakan saat dicampur bersama. Koalisi telah menghancurkan senjata tersebut, tambahnya.

Dillon mengatakan bahwa koalisi terus mengidentifikasi dan membongkar kemampuan ISIS saat perang melawan kelompok teror memasuki tahap akhir.

“Kami telah menghancurkan kemampuan mereka untuk melakukan hal-hal ini, entah itu bahan kimia, entah itu jaringan komunikasi mereka, entah itu kemampuan mereka untuk propaganda … kemampuan mereka untuk membiayai, sumber daya, melakukan operasi eksternal,” kata Dillon. “Kami benar-benar mencabik-cabik jaringan tersebut dan kami terus melakukan itu.”

Penggunaan senjata kimia di Suriah telah menjadi isu yang sangat beralasan. Para ahli dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pengawas senjata kimia pada hari Kamis mengeluarkan sebuah laporan yang menuduh pemerintah Suriah melakukan serangan gas sarin saraf di Khan Shakhoun pada bulan April yang menewaskan lebih dari 90 orang.

Baca: Militer Suriah Bantah Penggunaan Senjata Kimia di Idlib

Pemerintah Suriah membantah melakukan serangan tersebut. Rusia mengatakan bahwa Mekanisme Penyelidikan Bersama OPCW-PBB terhadap serangan tersebut telah gagal menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci. (SFA)

Sumber: SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: