Fokus

Jurnalis: Tak Ada Pangkalan Iran di Suriah Seperti Dituduhkan Israel

Perang Suriah

SURIAH – Angkatan udara Israel melakukan serangan udara di Suriah selama beberapa jam pada 10 Mei, dan mengklaim bahwa mereka telah menyerang pasukan Iran yang konon ditempatkan di Suriah. Damaskus membantah tuduhan itu dan mengecam serangan tersebut, yang menewaskan beberapa prajuritnya, seperti dilansir SputnikNews (11/05).

Baca: Suriah Hujani Pos Militer Penting Israel dengan Rudal

Di antara target yang dibom oleh pasukan Israel adalah sebuah depot amunisi dekat Damaskus dan instalasi radar. Serangan itu dilaporkan mengakibatkan kematian beberapa tentara Suriah.

Kantor berita Sputnik membahas serangan udara Israel ke Suriah dengan wartawan dan koresponden Suriah untuk agen Prensa Latina di Damaskus, Fady Marouf. Dia mengatakan bahwa semua target yang dibom oleh pasukan Israel adalah “Suriah” dan Iran “tidak ada hubungannya dengan itu.”

Tel Aviv mengklaim bahwa pasukan Al-Quds dari Pengawal Revolusi Iran telah menembakkan 20 rudal ke Dataran Tinggi Golan dari wilayah Suriah. Marouf yakin bahwa itu adalah pertempuran antara Israel dan Suriah, seperti yang telah terjadi selama perang tujuh tahun di Suriah, Tel Aviv “adalah yang pertama menyerang”.

Baca: Serangan Roket ke Israel Dilakukan Suriah, Bukan Iran

“Dalih [untuk pemboman] adalah dengan menyebut serangan ke pangkalan-pangkalan Iran. Tetapi tidak ada pangkalan-pangkalan Iran di Suriah. Kami memiliki penasihat militer Iran, yang membantu tentara Suriah memerangi kelompok-kelompok teroris. Itulah mengapa hanya tentara Suriah yang terbunuh dan terluka,” Kata Marouf.

Dia juga mengingatkan bahwa Suriah tidak melakukan serangan udara terhadap Israel sejak perang Arab-Israel tahun 1973, tetapi Israel menyerang negara Arab Suriah secara teratur, karena tidak ingin memiliki tetangga dengan pasukan yang kuat, dan “Israel takut akan hal itu,” Marouf menambahkan.

Baca: Lagi, Suriah Rontokkan Dua Rudal Israel

Dia juga menyatakan bahwa penduduk Damaskus pergi ke balkon rumah mereka selama serangan, untuk melihat pertahanan udara Suriah mencegat rudal Israel di pinggiran Damaskus, sementara orang Israel bersembunyi di bunker.

“Suriah menginginkan perdamaian, tetapi hari ini, setelah tujuh tahun perang, rakyat dan tentara Suriah menjadi jauh lebih tangguh. Kami tidak akan menyerah,” Marouf menyimpulkan. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Lagi, Bibi Ketakutan Militer Iran di Suriah | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: