Fokus

Jonru Ginting Siap-siap Diciduk Polisi Karena Sebut Pembacokan Hermansyah Terkait Chat Firza

Kamis, 13 Juli 2017 – 08.16 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo menegaskan akan melaporkan pihak yang dengan seenaknya mengaitkan pengeroyokan ahli IT, Hermansyah dengan kasus chat seks Rizieq Shihab. (Baca: Denny Siregar: ‘Kacamata Benar dan Salah’ Lihat Kemana Jonru Berpihak)

Dan salah satu kader PKS Jonru Ginting dalam cuitannya di Facebook tanggal 10 Juli 2017 yang membawa opini negatif dan mengaitkan penusukan tersebut dengan kasus chat Firsa dan Habib Rizieq, yang intinya adalah para kelompok anti pemerintah ini ingin mengaburkan masalah demi kepentingan gerakan mereka untuk menjegal pemerintah:

Pak Hermansyah, saksi ahli yang menjelaskan bahwa chat HRS Firsa itu hoax, dibacok dan ditusuk lehernya dalam mobil.

Betapa BIADAB pelakunya! Kebiadaban yang membuat saya makin percaya bahwa chat tersebut memang hoax. Sebab hanya penjahatlah yang berusaha menutupi dustanya dengan cara biadab seperti itu.

Andai chat tersebut asli dan ada yang menuduh itu hoax, tak mungkin si penuduh sampai diperlakukan seperti itu.

Mari doakan semoga Pak Hermansyah cepat sembuh. Dan tak perlu berharap agar pelakunya ditangkap. Kagak bakalan! Kita sudah hafal hukum negeri ini yang semakin tumpul.

“Nanti kita laporkan pidana ke Polda Metro Jaya,” tutur Andry seperti dilansir oleh Liputan6 di Jakarta, Rabu (12/7/2017). (Baca: Jokowi dan Sang Ahli Fitnah Kader PKS ‘Jonru’)

Menurut dia, informasi tersebut tidak memiliki dasar. Terlebih, bentuk sangkaan itu jelas telah bermaksud menyudutkan institusi Polri. “Masih saja percaya soal itu,” jelas dia. Dari awal pun polisi telah menduga bahwa kejadian itu murni akibat adanya senggolan mobil antara Hermansyah dan para pelaku.

Hal itu diperkuat dengan pengakuan dari dua yang telah dibekuk di kawasan Depok, Jawa Barat. “Motifnya insiden di lapangan yang sifatnya kebetulan. Malam itu senggolan mobil, korban marah-marah kejar mobil, dipepet suruh minggir. Dia (ahli IT Hermansyah) bukannya minta maaf malah dibacok (korban). Gitu,” Andry menandaskan.

Sebelumnya, Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Sapta Maulana Marpaung mengungkap motif pengeroyokan terhadap Hermansyah. Menurut dia, Hermansyah terlibat cekcok dengan pelaku di Tol di KM 5,5 Tol Jagorawi, Jakarta Timur, karena mobil Toyota Avanza putih bernomor polisi B 1086 ZFT miliknya disenggol pelaku. (Baca: Yusuf Muhammad: JONRU, SANG DAJJAL MEDSOS)

Tak terima, korban mengejar kendaraan pelaku sampai di KM 6 atau sekitar TMII dan Tol JORR Jakarta Timur. “Korban marah-marah meminta pertanggungjawaban kepada pelaku. Lalu mencoba berhentikan mereka,” ujar dia.

Yang terjadi, justru salah seorang pelaku menghunuskan senjata tajam ke sejumlah bagian tubuh Hermansyah. “Motifnya spontan saja. Mereka yang sedang berada di bawah pengaruh minuman keras menganiaya korban dengan pisau,” ujar Sapta.

Senada, Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Komarul Zaman mengatakan, peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan terjadi secara spontan. Pelaku telanjur kesal dengan sikap korban.

“Ada bus minggir, pelaku mendadak ke kiri akhirnya menyerempet mobil korban. Akhirnya keduanya terlibat kejar-kejaran sampai di KM 6. Tapi saudara LP keluar dan membacok korban,” ucap Komarul.

Hermansyah dikeroyok lima orang di KM 6 Tol Jagorawi, di antara TMII dan Tol JORR, pada Minggu 9 Juli 2017 pukul 04.00 WIB. Pria 46 tahun itu dianiaya orang tak dikenal saat hendak pulang ke rumahnya di Kelurahan Tirtajaya, Depok, Jawa Barat.

Akibat pengeroyokan ini, Hermansyah terluka di beberapa bagian tubuhnya. Di antaranya di kepala, leher, dan tangan. Saat itu Hermansyah bersama sang istri, langsung dilarikan ke RS Hermina, Depok. Dia lalu dibawa ke RSPAD Jakarta. Dan saat ini sudah empat pelaku telah ditangkap oleh pihak kepolisian. (SFA)

Sumber: InfoTeratas dan berbagai Media

1 Comment

1 Comment

  1. Dedih

    July 13, 2017 at 6:26 pm

    Kita hrs percaya bahwab apa yg terjadi terhadap Hermansyah murni adlh kriminal, masyarakat paham siapa siapa yg mendukung pemerintah..dan siapa yg selalu benci terhadap pemerintahan yg sah..,kita sbg rakyat yg tahu diri, jika ingin indonesia maju dan cinta indonesia mari kita berpikir jernih, mari kita berpikir u diri sndri, biarlah pemerintah yg sah yg ngurus negara..,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: