Fokus

Jokowi: Sekarang Banyak Fenomena Gampang Mengkafirkan Orang Lain

Jum’at, 20 Oktober 2017 – 06.22 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MATARAM – Presiden Jokowi melihat adanya fenomena sosial-religius baru yang kuantitasnya patut dipikirkan. Fenomena itu berkaitan dengan penilaian orang atau sekelompok orang terhadap orang lain atau kelompok lain.

Baca: Takfirisme-Wahabisme Ideologi Gelap Para Teroris

“Karena sekarang ini banyak sekali saya melihat ada fenomena yang gampang sekali mengkafirkan orang,” kata Jokowi di Konferensi Internasional dan Multaqa Nasional IV Alumni Al Azhar Indonesia, di Islamic Center, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (19/10/2017).

Acara ini bertema ‘Moderasi Islam Dimensi dan Toleransi’. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur NTB Tuanku Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, dan Prof. Quraish Shihab.

Jokowi mengatakan hal tersebut sebagai penjelasan dari pandangannya, bahwa media sosial saat ini dirasanya perlu disaring dari konten-konten berbahaya. Bila tidak disaring, khawatirnya bisa merusak jalinan toleransi dan keagamaan di Indonesia.

Baca: WASPADA! Inilah Ciri Manusia yang Terjangkit Wabah Takfirisme, Radikalisme, Ekstrimisme

“Mempengaruhi nilai-nilai ke-Islam-an kita, memengaruhi anak didik kita, memengaruhi santri-santri kita,” turur Jokowi tentang bahaya media sosial.

Bahkan materi dakwah juga kini mudah ditemukan di media sosial dan YouTube. Namun, Jokowi mengajak para keluarga Al Azhar dan semua orang berpikir, soal siapa yang menyaring konten-konten dakwah di internet itu, dan siapa yang memastikan bahwa dakwah itu tergolong benar.

Baca: Pesan Sejuk Buya Sayyid Muhammad Maliki “Jangan Kafirkan Sesama Muslim!”

“Siapa yang membuat screening-nya bahwa yang disampaikan itu benar bukan pendapat pribadi, bukan tafsir pribadi?” tutur Jokowi.

Maka kini saatnya dakwah-dakwah di internet diisi oleh konten-konten yang terjamin kualitasnya, disampaikan oleh orang yang kompeten. Para pendakwah juga perlu menggunakan metode via media sosial tersebut, tujuannya untuk menjangkau generasi milenial. Anak-anak muda perlu dirangkul lewat media sosial, hal yang sehari-hari mereka pegang.

Baca: Inilah Ciri-ciri Kelompok yang Suka Mengkafirkan dimata Sahabat Nabi

“Kalau tidak kita yang rangkul, nanti yang rangkul orang lain. Kalau yang merangkul benar, nggak apa-apa. Kalau yang merangkul keliru?” ujar Jokowi.

Jokowi ingin dakwah untuk generasi milenial diisi dengan pemahaman tentang toleransi. Dia juga mengajak semuanya untuk membangun ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariah. (SFA)

Sumber: DetikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: