Fokus

Johan Budi Tanggapi SBY: Kalau Tak Mau Dituduh, Jangan Main Fitnah

Rabu, 15 Februari 2017 – 11.47 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Perpolitikan di Indonesia semakin memanas, dan yang lebih panas lagi saat ini adalah pernyataan sang mantan presiden Indonesia ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang tuduhan Antasari di Mabes Polri “direstui” penguasa langsung mendapat tanggapan dari juru bicara (jubir) Presiden Joko Widodo (Jokowi), Johan Budi, pada Selasa (14/2) malam. (Baca: Hari Tanoe Penyampai Pesan Sby ke Antasari Agar Jangan Tahan Aulia Pohan)

“Kalau tidak mau difitnah, jangan menuduh seolah-olah grasi itu politis,” kata Johan dalam sebuah dialog di televisi swasta.

“Kalau menuduh Presiden Jokowi di balik semua ini, ini juga fitnah yang keji, pembunuhan karakter yang dilakukan Pak SBY,” ujar Johan, yang dalam acara tersebut berdialog dengan politikus Partai Demokrat Roy Suryo.

Dalam jumpa pers di rumah barunya, SBY mengatakan dia dan keluarganya terus-menerus mendapat serangan fitnah dan terakhir melalui tuduhan Antasari Azhar bahwa dia berusaha mencampuri kasus hukum besannya, Aulia Pohan, pada 2009 lalu. (Baca: Eko Kuntadhi: Jokowi Bikin Indonesia Ceria, SBY Bikin Indonesia Tegang)

Antasari baru saja bebas dari hukuman penjara kasus pembunuhan berkat grasi dari Presiden Jokowi.

SBY mengatakan grasi dari Presiden Jokowi itu bermuatan politis dan mengaku sejak dua bulan lalu mendapat informasi kalau Antasari akan digunakan sebagai senjata untuk menjatuhkan namanya.

“Tampaknya grasi Presiden Jokowi ada muatan politiknya. Sepertinya ada misi uuntuk menyerang dan merusak nama saya, juga keluarga saya. Serangan ini diluncurkan dan dilancarkan satu hari sebelum pemungutan suara, sebelum coblosan pilkada Jakarta,” kata SBY.

“Saya punya keyakinan apa yang dilakukan Antasari ini tidak mungkin tanpa blessing dan restu dari kekuasaan”. Antasari ditangkap polisi dengan tuduhan sebagai otak pembunuhan atas Nasrudin Zulkarnaen pada 2009. (Baca: Jokowi Tak Gubris “Lemparan” Bola Panas SBY)

Pada Februari 2010, Antasari divonis bersalah sebagai otak pembunuhan berencana atas Nasrudin Zulkarnaen dan dihukum 18 tahun penjara. Pada 10 November 2016 dia dinyatakan bebas bersyarat dengan kewajiban melapor sebulan sekali.

Akhirnya pada 23 Januari lalu dia mendapat pengampunan atau grasi dari Presiden Joko Widodo. Sebelum kasus pembunuhan tersebut, Antasari sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi saat itu telah menetapkan mantan deputi gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Pohan yang juga besan SBY sebagai tersangka korupsi. (SFA/BeritaSatu)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Johan Budi Tanggapi SBY: Kalau Tak Mau Dituduh, Jangan Main Fitnah | ISLAM NKRI

  2. Pingback: Tanggapi Curhatan SBY, Johan Budi: Kalau Tak Mau Dituduh, Jangan Main Fitnah – VOA ISLAM NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: