Headline News

Jika Ingin Bebas, Para Tahanan Elit Saudi Harus Bayar denda Super Besar ke Riyadh

Hotel Ritz Carlton

Minggu, 28 Januari 2018 – 06.38 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – “Para Elite yang dibebaskan setelah membayar denda”, inilah judul dari sebuah laporan baru  BBC mengenai perundingan di hotel Ritz Carlton, sebagai bagian dari kampanye anti-korupsi Arab Saudi. BBC mengatakan dalam laporan barunya bahwa pihak berwenang Saudi telah benar-benar membebaskan orang-orang terkuat di negaranya yang ditahan di hotel Ritz Carlton.

Baca: Miliarder Saudi Disiksa di Penjara dengan Cara Digantung

Dilaporkan bahwa hotel Ritz Carlton akan dibuka kembali saat perayaan hari Valentine pada 14 Februari mendatang. BBC mengatakan bahwa orang-orang yang baru saja dibebaskan ini diantaranya Waleed Ibrahim yang merupakan pimpinan saluran TV MBC, Khaled Al-Tuwaijri yang merupakan mantan kepala istana kerajaan Saudi pada masa pemerintahan Raja Abdullah bin Abdul Aziz.

BBC menegaskan bahwa semua yang dibebaskan telah membayar denda yang besar, walaupun jumlahnya belum diumumkan secara resmi. Jumlah tahanan yang berada di Ritz Carlton mencapai lebih dari 200 orang, meliputi pangeran, politisi dan miliarder.

BBC juga menerbitkan rincian baru mengenai perundingan untuk membebaskan tahanan Ritz Carlton. Namun sebuah sumber Saudi menolak pernyataan ini kepada Reuters setelahnya.

Baca: Inilah Langkah Baru Saudi Terkait Aset Tahanan Para Pangeran & Miliarder

Sumber-sumber Saudi menegaskan kepada BBC bahwa diantara mereka yang dibebaskan adalah pengusaha Fawaz al-Hakir, Turki bin Nasser yang merupakan mantan kepala Otoritas Umum untuk Meteorolgi dan Perlindungan Lingkungan.

Sumber ini mengatakan bahwa sebelumnya Pangeran Mut’ib bin Abdullah juga telah dibebaskan pada November lalu setelah membayar lebih dari satu miliar dolar AS secara penuh.

Sumber ini juga menjelaskan bahwa kesepakatan pembebasan Alwaleed Al-Ibrahim yang dilengserkan dari jabatan sebagai pimpinan perusahaan MBC miliknya, yang termasuk dalam perusahaan media raksasa di Timur Tengah.

Baca: Pangeran Turki Bin Bandar Buka-Bukaan Soal Raja Salman dan Para Pangeran Saudi

Sumber ini juga mengatakan bahwa “masih banyak tahanan yang berada di Ritz Carlton, dan mereka berada dalam pengawasan ketat sampai hotel dibuka kembali pada hari Valentine, dan mereka yang belum mencapai kesepakatan dan penyelesaian kasus akan dipindahkan ke penjara sebagai persiapan untuk diadili”.

Pangeran Waleed bin Talal yang merupakan salah satu tahanan paling menonjol di Ritz Carlton mengatakan pada Reuters dalam sebuah wawancara eksklusif di Ritz Carlton bahwa ia memperkirakan bahwa dirinya akan dibebaskan dalam beberapa hari mendatang, dan masih bisa mempertahankan semua saham perusahaan induknya. Sebelumnya Pangeran Waleed bin Talal, salah satu orang terkaya di dunia, dalam penyelidikannya oleh pihak berwenang telah membantah bahwa ia terlibat dalam kasus korupsi.

Baca: Tak Hanya Pangeran, Pihak Berwenang Saudi Tahan Putri Alwaleed bin Talal

Ia juga mengatakan dalam pernyataannya kepada Reuters bahwa pihak berwenang Arab Saudi telah memperlakukannya dengan baik dan membantah bahwa ia diperlakukan buruk selama penahanannya, sebagai tanggapan atas apa yang dipublikasikan BBC, dengan mengutip seorang pengusaha Kanada bahwa Waleed bin Talal terlihat kelelahan, bingung, dan tidak mencukur janggutnya saat bertemu dengannya.

Sementara itu surat kabar Arab Saudi “Okaz”, mengutip dari sumber-sumber khusus, mengkonfirmasi tentang pembebasan sejumlah tahanan baru di Ritz Carlton, termasuk pangeran, pengusaha dan mantan pejabat setelah menyelesaikan kesepakatan penyelesaian dari kasus mereka. (SFA)

Sumber: Arabic Sputnik News

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: