Nasional

Jihadis dan Mujahidih Palsu Persembahkan Kenistaan Kepada Tuhan

Minggu, 31 Juli 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Tulisan menarik dai seorang penulis muda, Ahmad Zainul Muttaqin, yang memaparkan bagaimana para kelompok sok agamis berkedok Islam memberikan hadiah kenistaan kepada Tuahn. Berikut tulisannya:

PERSEMBAHAN NISTA UNTUK TUHAN

Kita sudah sampai pada zaman dimana para penyembelih leher-leher muslimin digelari sebagai “Mujahidin” dan apa yang mereka lakukan digelari sebagai “Jihad”. (ditambah bonus jika mati dalam aksinya akan digelari sebagai syuhada, wangi dan tersenyum). (Baca: Abu Janda Al-Boliwudi: Mengenang Riyanto Pahlawan Toleran dari Banser NU)

Dan hanya pemahaman Wahabi Takfiri yang bisa membuat seorang muslim menyembelih muslim lainnya dengan bertakbir.

Bisakah anda membayangkan ketika ISIS menyembelih Muslim Aswaja, Kurdi, Syi’ah, Yezidi dll sambil bertakbir, sementara yang mereka sembelih pun memejamkan mata sambil membaca syahadat dan istighfar?

Ya, kita bukan lagi sampai di zaman dimana yang membunuh dan yang dibunuh keduanya di neraka. Tapi kita sudah sampai di zaman yang jauh lebih edan, dimana yang menyembelih dan yang disembelih keduanya sama-sama menyebut asma Allah.

Dengan ini saya jadi teringat dengan kisah dua putra kakek kita Adam as, ketika Adam as memerintahkan kedua putranya Qabil dan Habil untuk memberi persembahan pada Tuhan di puncak gunung.

Habil memberi persembahan ternaknya yang paling baik dan gemuk, sedangkan Qabil memberi persembahan hasil taninya yang busuk dan gagal panen. Alhasil persembahan Habil diterima dan persembahan Qabil di-reject oleh Allah.

Keduanya sama-sama memberi persembahan pada Allah, namun anda tahu kan apa bedanya. Apa anda pikir Allah bisa kau tipu?

Apa yang dilakukan ISIS dan para teroris takfiri hari ini tidak lebih dari persembahan busuk yang diberikan Qabil kepada Tuhan. Sedangkan para muslim yang mereka gorok ibarat memberi persembahan terbaik sebagaimana persembahan Habil pada Tuhannya. (Baca: Wahabi Takfiri Proklamirkan Agama Pertumpahan Darah, Bukan Islam)

Pantas lah Nabi bersabda bahwa para Khawarij ini adalah seburuk-buruk makhluq di bawah kolong langit. Amat beruntung orang-orang yang dibunuh oleh mereka, dan amat beruntung orang-orang yang membunuh mereka.

Tuhan yang Maha Suci takkan rela nama-Nya digunakan untuk persembahan nista, sekeras apapun kau meneriakkan nama-Nya. Siapapun bisa membawa nama Tuhan, tapi hanya Tuhan yang tahu persembahan siapa yang pantas diterima-Nya. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Ahmad Zainul Muttaqin

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: