Eropa

Jerman Terapkan UU Ujaran Kebencian di Medsos

Selasa, 02 Januari 2018 – 07.26 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JERMAN – Pemerintah Jerman mulai menerapkan undang-undang ujaran kebencian yang mengharuskan operator jaringan online besar bertindak lebih cepat dalam menghapus ujaran kebencian, berita palsu dan konten ilegal.

Baca: Intelijen Jerman: Wanita Salafi Aktif Sebarkan Kebencian di Medsos

Laporan media mengatakan pada hari Senin bahwa masa transisi yang diberikan kepada perusahaan media online untuk menyesuaikan diri dengan apa yang disebut Network Enforcement Act (NetzDG) ​​yang berakhir pada 1 Januari 2018.

Undang-undang baru tersebut, yang disahkan pada akhir Juni 2017 dan mulai berlaku pada awal Oktober, jaringan sosial online dengan pengunjung lebih dari dua juta anggota diwajibkan menghapus “konten-konten ilegal” jika tidak, mereka dapat menghadapi denda hingga 50 juta euro.

Baca: Intelijen Jerman Pantau Masjid-masjid Kantong Kelompok Ekstrimis Wahabi

Jaringan juga diharuskan untuk memastikan bahwa keluhan tentang konten ilegal dapat diajukan dengan lebih mudah dan diproses lebih cepat.

Fokus utama dari undang-undang tersebut adalah Facebook, Twitter dan YouTube. Raksasa media sosial telah siap untuk mematuhi undang-undang baru tersebut dengan meningkatkan jumlah editor mereka.

Namun undang-undang tersebut menimbulkan kontroversi di Jerman, dimana para kritikus mengatakan bahwa hal itu dapat mempengaruhi kebebasan berbicara atau berakibat pada penyensoran.

Baca: Para Peneliti: Muslim Radikal di Jerman Tidak Paham Al-Quran

Dalam berita terkait, Komisi Eropa menetapkan pedoman untuk platform media sosial di musim gugur yang mendesak mereka untuk lebih proaktif dalam menghapus “konten ilegal”. Undang-undang Ini juga memperingatkan raksasa media sosial bahwa langkah hukum akan diambil jika tindakan segera tidak dilakukan. (SFA)

Sumber: BBC

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: