Headline News

Jendral Suriah: AS Gunakan Tangan Pasukan Kurdi Ambil Ladang Minyak Suriah

Sabtu, 28 Oktober 2017 – 06.56 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Perang melawan teroris akan segera berakhir di Suriah, dan isu Kurdi mendapatkan momentum. Tentara Suriah telah merebut kembali wilayah yang luas di dekat Deir Ezzor, yang berbatasan dengan wilayah Raqqa, operasi Pasukan Demokratik Kurdi yang didukung oleh AS. Brigadir Jenderal Suriah, Turki al Hasan berkomentar mengenai perkembangan terakhir.

Baca: Transaksi Gelap AS Bantu Teroris di Suriah dan Afghanistan

Brigadir Jenderal Turki al Hasan mengungkap mengenai situasi di sekitar ladang minyak terbesar Suriah, al-Omar, yang baru-baru ini diambil oleh SDF.

“AS ingin mengambil ladang minyak ini di bawah kendalinya untuk dapat memasok produk minyak ke semua kelompok yang mereka dukung dan melemahkan pemerintah Suriah. Ladang minyak sekarang dikendalikan oleh SDF yang didominasi orang Kurdi karena ISIS telah diminta meninggalkan daerah tersebut sesuai perintah AS. SDF diam-diam menangkap deposit tersebut,” kata pejabat militer Suriah.

Namun, dia mengesampingkan penguatan lebih jauh posisi Kurdi.

“AS tidak akan bisa mendirikan negara Kurdi di wilayah Suriah. Ada sedikit orang Kurdi yang berada di daerah ini, jadi tidak akan cukup dukungan untuk rencana ini,” pejabat militer tersebut menjelaskan.

Baca: ISIS Bangkrut dan Curi Minyak Milik Irak Dipantau Oleh Satelit dan Drone AS

Turki al Hasan lebih jauh menegaskan bahwa keberhasilan tentara Suriah di Deir Ezzor niscaya akan memberi kontribusi pada penyelesaian politik Suriah pada perundingan damai yang akan datang di Astana.

Brigadir Jenderal Turki al Hasan menjelaskan bahwa teroris telah dipaksa keluar dari posisi mereka di sekitar bandara Deir Ezzor dan tentara Suriah bersiap untuk membebaskan Al-Bukamal, sebuah kota di Sungai Efrat di Provinsi Deir Ezzor.

Baca: ISIS bangkrut karena tak bisa lagi rampok minyak dari Irak

Menurut analis militer, tentara Suriah tidak memiliki niat untuk bertempur dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang beroperasi di Raqqa saat ini, karena memiliki tujuan lain untuk dicapai terlebih duhulu. (SFA)

Sumber: Al Masdar News

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: