Headline News

Jenderal Suriah: Amerika Pasok Senjata kepada Teroris ISIS dan Jabhat Al-Nusra

Selasa, 10 Oktober 2017 – 12.20 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Amerika Serikat memasok senjata ke teroris di Suriah, bukan ke pemberontak oposisi, ungkap Jenderal Ali Al-Aly, kepala direktorat operasional utama tentara Suriah, kepada wartawan saat memamerkan senjata yang disita dari militan.

Baca: Terowongan Bawah Tanah ISIS Ditemukan Senjata Buatan Amerika

“Kami tahu bahwa AS mengirim 1.421 truk peralatan militer dan senjata antara 5 Juni dan 15 September pada tahun ini, ke teroris di Suriah. Senjata tersebut diklaim dan ditujukan untuk melawan teroris, namun kenyataannya senjata-senjata itu jatuh ke tangan militan ISIS (Daesh) dan Jabhat al-Nusra,” kata Ali.

Dia mengatakan bahwa para teroris mendapatkan senjata yang dibeli berdasarkan program bantuan Pentagon kepada sekutu AS.

Pejabat tentara Suriah lainnya Walid Khali mengatakan kepada wartawan saat memamerkan senjata yang disita dari teroris, bahwa teroris Jabhat al-Nusra, yang menyerang pos pemeriksaan polisi militer Rusia di Suriah pada tanggal 18 September, membawa senjata buatan Amerika Serikat , Belgia dan Perancis.

Baca: Rusia Keluarkan Bukti Amerika Bersekutu dengan Teroris di Suriah

“Hari ini, senjata yang dipresentasikan di sini adalah sitaan dari militan beberapa minggu yang lalu dan dikirim ke teroris secara ilegal dari luar negeri. Jumlahnya ada lebih dari 100 item peluncur granat tangan buatan Amerika Serikat, Belgia dan Prancis,” Kata Khali.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Oleg Syromolotov, yang bertanggung jawab atas koordinasi kontra-terorisme juga menyatakan bahwa meskipun ada langkah-langkah yang diambil oleh PBB, ISIS dan kelompok-kelompok teror lainnya terus menerima senjata, amunisi, peralatan militer, perlindungan politik, bahkan menggunakan isu-isu kontra-teror untuk mencapai tujuan politik dan geopolitik yang sinis.”

Baca: Rusia Ungkap Pangkalan Tanf AS Jadi Pusat Bantuan Logistik untuk ISIS di Suriah

ISIS telah mampu membangun kontrol atas wilayah-wilayah besar di Suriah dan Irak, namun telah kehilangan banyak keuntungannya selama setahun terakhir. Mereka juga mengklaim bertanggung jawab atas berbagai serangan teroris di seluruh dunia. (SFA)

Sumber: SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: