Headline News

Janji Liga Arab Cari Pengakuan Internasional Soal Yerusalem Ibu Kota Palestina

PM Yordania

Minggu, 07 Januari 2018 – 09.42 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AMMAN – Liga Arab berjanji akan mencari pengakuan internasional atas Jerusalem al-Quds sebagai ibu kota Palestina. Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi membuat pengumuman tersebut menyusul sebuah pertemuan yang dihadiri oleh menteri luar negeri Mesir, Arab Saudi, Maroko, Palestina, dan Uni Emirat Arab di ibukota Yordania, Amman, pada hari Sabtu (06/12).

Baca: Hizbullah dan Liga Arab Kecam Veto AS atas Resolusi PBB Soal Yerusalem

“Ada keputusan politik untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan kami akan berusaha mencapai keputusan politik internasional untuk mengakui sebuah negara Palestina … dengan (timur) Jerusalem sebagai ibukotanya,” kata Safadi.

Pada tanggal 6 Desember, Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Jerusalem al-Quds, sebuah langkah yang sangat diperdebatkan yang memicu demonstrasi di wilayah Palestina yang diduduki, Iran, Turki , Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Irak, Maroko, Indonesia dan negara-negara Muslim lainnya.

“Kami akan menghadapi keputusan tersebut dengan mencari resolusi PBB, internasional, untuk mengakui sebuah negara Palestina sesuai perbatasan 1967 dengan Yerusalem sebagai ibukotanya,” Safadi menambahkan.

Baca: KOCAK! Dua Warga Rusia Berhasil Kerjai Dubes AS di PBB

Dia kemudian menekankan bahwa berdasarkan hukum internasional, Jerusalem al-Quds adalah wilayah yang diduduki.

Ketua Liga Arab Ahmed Abul Gheit menambahkan bahwa pertemuan para menteri luar negeri yang diperluas mengenai masalah ini akan diadakan pada akhir bulan ini.

Pada tanggal 18 Desember, 14 anggota Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 orang memilih sebuah resolusi yang dirancang oleh Mesir, yang tidak secara khusus menyebutkan nama AS atau Trump namun menyatakan “penyesalan mendalam atas keputusan baru-baru ini mengenai status Jerusalem,” sementara AS melalui Duta Besarnya Nikki Haley menggunakan hak veto Washington untuk menolak seruan tersebut, yang membuat pemerintah Kenya mengutuk keras atas tindakannya.

Baca: Inilah Langkah Antisipasi Menlu Retno Terkait Veto AS di Sidang PBB

Pada tanggal 21 Desember, Majelis Umum PBB dengan suara bulat memilih sebuah resolusi yang menyerukan kepada AS untuk menarik pengakuan kontroversialnya terhadap Yerusalem al-Quds sebagai ibu kota Israel. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: