Artikel

Iyyas Subiakto: Roy Korban Informasi Sesat Bani Micin

Roy Korban Informasi Sesat Bani Micin

SURABAYA – Roy seorang pemuda yang viral video menghina dan mengancam presiden Jokowi adalah korban informasi yang selama ini disuarakan oleh oposisi dan kelompok radikal untuk membuat jelek citra pemerintah, inilah bahaya dari informasi salah yang dikeluarkan seringkali akhirnya menjadi sebuah ‘kebenaran’. Iyyas Subiakto menulis dalam akun facebooknya betapa bahayanya informasi yang masuk kepada kita jika tidak disaring dengan baik, berikut ulasannya:

Baca: Yusuf Muhammad: Pembenci Sibuk Fitnah, Jokowi Sibuk Kerja Nyata

ROY DAN BIBIT TEROR

Gempar kita dibuat anak kencur yang begitu vulgar menghujat presiden RI. Saya awal mulanya juga kaget kok berani amat anak ini, belum lagi, maaf, dia anak etnis Cina yang biasanya sopan dalam bersosial atau lebih ke arah cuek. Apa dia belajar dari Felix Siaw atau Sungkarisna, kalau belajar dari Ahok, sudah pasti tidak.

Anak dengan usia 16 tahun tumbuh mapan dalam lingkungan kemewahan, belum lahirpun dia sudah ikut kaya karena orang tuanya. Menarik dari sudut sifat kekanak-kanakannya, pastilah ada yang ditirunya, dia bukan anggota FPI, dia bukan alumni 212, dia tidak pernah ketemu Aman, dan dia pasti melihat dan belajar dari kesehariannya, dimana? ya DIRUMAHNYA.

Baca: Viral, Video Pemuda Bertelanjang Dada Ancam Tembak Kepala Jokowi

Saya dengar orang tuanya pengusaha mapan, entah apa bidangnya. Yang pasti kalau usahanya masuk golongan hengki pengki, zaman Jokowi banyak yang gigit jari dan cenderung sakit hati.

Hari ini seharian saya jalan dengan teman yang profesinya konsultan pajak. Saya tanya bagaimana pandangan mereka tentang usahanya dan dikaitkan dengan kebijakan Jokowi, tegas dia menjawab, banyak yang tidak suka, karena yang dulu mudah seluman selumun menyamun, sekarang pada ngelamun.

Roy adalah korban yang telinganya dijelali cerita miring Jokowi, bisa saja dari saat mereka makan dengan orang tuanya, atau sambil lewat papa dan mamanya serta koleganya terus menceritakan Jokowi dalam tanda kutip bahwa usaha makin sulit sejak Jokowi jadi presiden. Sebagai anak mungkin dia mau ikut-ikutan mendukung orang tuanya dan jadi pahlawan. Sehingga dia dengan pikiran yang mirip bani micin dengan enteng melakukan sumpah serapah kepada presiden tanpa dia tau perbuatannya itu fatal.

Baca: Tiga Cara Wahabi dan Kelompok Radikal Untuk Hancurkan NKRI

Lihat saja saat papanya meminta maaf di medsos dan dia ada disampingnya, wajahnya polos, takut, menyesal, sekaligus bingung. Ini adalah refleksi ketidak fahaman dari bocah ingusan.

Menarik ditelusuri, bukan sekedar di sanksi, coba tanya dia belajar dari siapa. Jangan denger bacot bapaknya, kok malah mau ngetes polisi, absurd. Ada anak ingusan punya pikiran ngetest polisi, kasi alasan kok picisan.

Baca: Eko Kuntadhi: Kembali kepada Quran dan Hadis Adalah Slogan Busuk Kelompok Radikal

Fenomena ketidak sukaan atas kebijakan Jokowi kan sudah makin terang benderang. Teroris saja diupayakan untuk dibela, HTI dipiara menjadi musuh pancasila.

Roy, anak rumahan, ibarat merekam, berulang-ulang dia mendengar hal yang sama, akhirnya tertanam menjadi dendam sekaligus tabiat yang tak bagus. Semoga hal itu tidak lagi menjadi virus. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Bom yang Lebih Besar Telah Ada Dimana-mana | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: