Artikel

Iyyas Subiakto: Kebiadaban Travel Pemalak

Abu Tours dan First Travel

Kamis, 29 Maret 2018 – 09.46 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURABAYA – Akun Facebook Iyyas Subiakto menulis tentang bagaimana para Travel pemalak bersembunyi dibalik agama, bahkan tak segan-segan mereka membelanya, inilah tulisan pedas Iyyas Subiakto “Kebiadaban Travel Pemalak”.

Ada fenomena menarik akhir-akhir ini, gencarnya presekusi dari kaum pemakai jubah agama dari warung kopi, majalah Tempo, bahkan Polisi, Jaksa, Hakim, semua yang tak sepikiran dengan mereka langsung digeruduk. Cara-cara preman ini luar biasa bejadnya, bagaimana sebuah negara hukum mereka perlakukan seperti barak penampungan kambing qurban. Sementara urusan pelanggaran moral dari kaum sejenisnya dianggap angin lalu seolah kehalalan melekat kepada mereka untuk semua hal, dan mereka punya stempel untuk jidatnya sendiri, legitimated untuk apa saja selama mereka suka.

Baca: Tipu Jamaah Rp 1,4 Triliun Polisi Tahan Bos Travel Abu Tours

Dua travel besar yang menyikat uang jamaah umroh adalah bukti kaum ini bak preman jalanan memamerkan hasil rampokan dengan penampilan mewah, gemah ripah dari uang orang banyak yang dikumpul satu dua rupiah untuk tujuan ke Baitullah. Dan nyatanya dua travel ini adalah koloni yang mendonori komunitas orang suci yang mulutnya gemar memaki-maki.

Bagaimana perasaannya, bagaimana kaum koloni ini tetap menegakkan kepala dan pura-pura lupa bahwa mereka adalah pemalak luar biasa dengan topeng agama. Fir’aun saja mungkin tidak setega mereka. Saya dapat kiriman FB yang isinya pernyataan bani micin: Yang kena ujian orang seiman (ditipu itu kata kawan penipu katanya ujian) kenapa kafir teriak-teriak. Jadi nipu boleh, terus yang ditipu dikirimi ayat “ujian” atau “cobaan”..absurd pol. Ini topeng kelas wahid, apakah mereka berTuhan, tidak jelas juga. Kita melihat dari sisi kemanusiaan ini sebuah kebiadaban.

Baca: First Travel dan Penipuan Berkedok Umroh Murah

Tiga minggu lalu saya jalan bersama Prof. Ali Aziz, ada statement yang menarik dari beliau. Orang sekarang ini lahir bersama agama, bukan menjadi manusia, sehingga rasa kemanusiaannya bisa hilang justru karena agamanya didulukan. Memvonis orang yang tak sejalan kafir, dia pikir dia bisa mengkafirkan orang lain hanya karena warna jidatnya beda, atau model pakaiannya tak satu selera. Rasullulah SAW berkata belajarlah sampai ke negeri Cina, beriqroklah bukan cuma membaca, agar tidak jadi anjing gila yang lehernya ditali rapia begitu lepas, sabut kelapa digigit, sendal jepit dikunyah karena dia pikir semua yang bisa digigit adalah daging onta.

Baca: WASPADA! Inilah Ciri Manusia yang Terjangkit Wabah Takfirisme, Radikalisme, Ekstrimisme

Ketertinggalan berfikirnya yang paling nyata adalah tidak bisa lagi membedakan mana kebenaran mana kemungkaran, entah apa mimpi kita, kok bisa-bisanya tiba-tiba kita ada tetangga yang beragama cuma pakai gaya tapi kelakuannya membuat banyak orang celaka. Jangankan manfaat buat kita, mereka tak kumat saja kita sudah bahagia rasanya. Luar biasa. (SFA)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Netizen: Artikel Super, Apa Agama Pilot? | SALAFY NEWS

  2. Pingback: Orang Dititipi Aset Abu Tours Jadi Tersangka | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: