Asia

Istri PM Malaysia Dituduh Beli Kalung 30 Juta Dolar dari Dana Pengembangan

Sabtu, 17 Juni 2017 – 19.23 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MALAYSIA – Dokumen-dokumen pengadilan yang diajukan ke Departemen Kehakiman AS dalam gugatan perdata pada hari Kamis (15/06) mengungkapkan bahwa sekitar 30 juta dolar AS telah dicuri dari Dana Pengembangan Malaysia “1Malaysia Development Berhad” .

Dokumen-dolumen tersebut mengungkapkan, sebagaimana yang dilansir “Rusia Today” pada hari Jum’at (16/06) bahwa dana tersebut digunakan untukm embeli perhiasan istri Perdana Menteri Najib Abdul Razak, termasuk kalung yang bertabur red diamond yang sangat langka dengan kadar 22 karat.

Dokumen-dokumen yang diajukan Departemen Kehakiman di Los Angeles ini pada hari kamis kemarin (15/06) tidak menyebutkan nama Abdul Razak atau istrinya Rosmah Mansur, akan tetapi di dalam laporan tersebut disebutkan bahwa perhiasan tersebut untuk istri “orang nomor satu” di Malaysia.

Sumber-sumber pemerintah AS dan Malaysia sebelumnya mengatakan bahwa “orang nomor satu” di Malaysia adalah Abdul Razak.

Menurut dokumen dakwaan terbaru yang diajukan juli 2016 bahwa kalung mewah bertabur berlian ini nilainya mencapai 27,3 juta dolar AS.

Departemen Kehakiman AS pada hari kamis (15/06) mengatakan bahwa para pejabat senior dalam 1MDB dan orang-orang yang terkait dengannya, telah menyedot dana lebih dari 4,5 miliar dolar AS dari dana perusahaan milik negara 1 MDB yang didirikan Abdul Razak tahun 2009 untuk mendukung pembangunan ekonomi.

Hal ini memperkuat tuduhan rival politik najib Abdul Razak yang sering mengkritik istri Abdul Razak yang hidup dengan glamor dan berfoya-foya.

Sementara itu, asisten Rosmah tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar terkait tuduhan terhadap atasannya ini. Kantor Perdana Menteri Malaysia dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (17/06) mengatakan bahwa ia merasa prihatin untuk  pihaknya prihatin untuk menyebut urusan-urusan dan individu tertentu tanpa pembenaran yang hanya bertujuan untuk mengeksloitasi keadaan politik dan intervensi lokal. Sementara itu, Najib Abdul Razak telah berulang kali membantah melakukan pelanggaran. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: