Headline News

Israel Siapkan Serangan Besar-besaran ke Gaza

Tentara Israel Akan Serang Gaza
Training Militer Tentara Zionis Israel

TEL AVIV – Israel telah memberikan batas waktu hingga Jumat kepada Hamas untuk menghentikan serangan layang-layang api yang menyebabkan kebakaran di wilayah Israel. Laporan itu muncul ketika Parlemen Israel mencopot hak perdana menteri untuk menyatakan perang, seperti dilansir Almasdarnews (18/07).

Baca: BIADAB! Israel Bantai Pendemo Gaza, 55 Orang Tewas dan 2000 Terluka

Kepemimpinan Israel dilaporkan telah menginstruksikan pasukan militer negara itu untuk bersiap menyerang Jalur Gaza, jika serangan layang-layang api tidak berhenti pada minggu ini, menurut laporan berita Channel 10 yang dikutip oleh The Times of Israel.

Menurut laporan itu, Israel telah memberi Hamas hingga Jumat untuk menghentikan serangan layang-layang dan balon terbangnya; jika Hamas gagal memenuhi permintaan itu, Israel mungkin tidak punya pilihan selain memulai operasi militer berskala besar.

Baca: BIADAB! 10 Rudal Jet Tempur Israel Serang Pertanian di Jalur Gaza

Israel mengirim pesan langsung ke Hamas melalui dinas intelijen Mesir, Channel 10 melaporkan. Laporan itu juga mengatakan Hamas menanggapi dengan mengatakan pasukannya akan bekerja untuk menghentikan serangan Israel pada hari Jumat.

Pada hari Minggu, Divisi Lapis Baja ke-162 Israel meluncurkan latihan militer yang mensimulasikan serangan ke Jalur Gaza dan penangkapan Kota Gaza. Sementara militer Israel mengklaim bahwa latihan tersebut telah direncanakan sebelumnya dan tidak terkait dengan rencana tersebut. Sementara beberapa orang melihatnya sebagai ancaman tidak langsung terhadap Hamas.

Pada hari Selasa, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Divisi Gaza IDF. Selama kunjungan, dia mengatakan bahwa negara ini sudah berada di tengah-tengah “kampanye militer.”

“Kami berada dalam kampanye militer di mana ada pertukaran serangan. Saya siap untuk mengatakan bahwa Pasukan Pertahanan Israel siap untuk skenario apapun,” kata Netanyahu.

Baca: BIADAB! Israel Serang Markas Militer Hamas di Jalur Gaza

Laporan itu datang tepat ketika Parlemen Israel, Knesset, telah menelanjangi perdana menteri dan menteri pertahanan negara itu dari hak untuk menyatakan perang. Undang-undang baru yang diadopsi pada hari Selasa mendelegasikan kekuasaan ini kepada Kabinet Keamanan – sebuah badan dari beberapa pejabat, termasuk para menteri hubungan luar negeri dan keuangan.

Selama beberapa bulan terakhir, Israel telah mengalami banyak serangan oleh layang-layang, balon dan benda-benda lain yang bertindak sebagai pembakar. Ribuan hektar tanah dilaporkan telah dibakar oleh serangan-serangan ini. Selain itu, Israel melaporkan sejumlah bentrokan sporadis dengan Palestina, seperti tembakan mortir dan roket ke wilayah Israel. Times of Israel telah mencatat bahwa tingkat ketegangan antara Israel dan Jalur Gaza telah mencapai puncak yang tidak terlihat sejak perang Gaza 2014. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: