Headline News

Israel dan Hamas Memanas

Senin, 06 Maret 2017 – 16.38 Wib,

SALAFYNEWS.COM, TEL AVIV – Di tengah hiruk pikuknya perdebatan dan saling tuduh di Israel mengenai penetapan pengawas keuangan negara Yahudi. Para pejabat politik dan keamanan di Tel Aviv sedang mendapat banyak kritikan tentang operasi “Jurf Shamid”, penyebutan perang agresif Israel terhadap Jalur Gaza pada musim panas 2014. Kini mulai muncul kembali peringatan mengenai perang baru terhadap Hamas di Jalur Gaza.

Dalam surat kabar Yedioth Ahronoth, seorang analis senior Nahum Barnia, mengutip dari sumber-sumber politik tingkat tinggi di Tel Aviv, mengatakan bahwa sekarang sedang berlangsung konfrontasi militer baru antara Israel dan Hamas, dan tentu saja dengan  faksi-faksi Palestina lainnya. Hamas saat ini sudah memiiki kemampuan lebih dari sebelumnya dengan jangkauan rudal-rudalnya, termasuk bisa membuat Bandara internasional Ben-Gurion, lumpuh sepenuhnya dari aktifitasnya.

Selain itu, analis tesebut menekankan bahwa perang akan segera meletus, yang berarti bahwa Israel tidak akan mampu menyelesaikan pertempuran untuk menggulingkan pemerintahan Hamas, seperti yang dikatakan Menteri  Keamanan saat ini, Avigdor Lieberman, ketika dia berada di pihak oposisi.

Ada faktor lain, menurut pendapat para analis Israel, perkara ini akan segera meletus, terutama ketika Yahya Sinwar terilih menjadi pemimpin Hamas di Jalur Gaza. Surat kabar Israel menganggap bahwa pemilihan Sinwar melahirkan kekhawatiran serius bagi para pemukim Gaza, yang percaya bahwa konfrontasi dengan Hamas segera terjadi setelah pemilihannya. Hal itu sudah mulai nampak gambar Sinwar sebagai khalifah dalam program-program berita yang menutupi serangan akhir pada Gaza, dan menekankan akan ada ketegangan pertama di bawah kepemimpinan Sinwar ke Jalur Gaza.

Selain itu, koran-koran Israel gencar meningkatkan kesan bahwa Sinwar merupakan orang yang memiliki pengaruh besar dalam konfrontasi, di mana perang berikutnya akan lebih ganas dari sebelumnya. Karena ia merupakan musuh besar bagi Israel. Lainnya menekankan bahwa dia percaya perang melawan Israel, tidak akan tenang. Ia tidak melihat bahwa ada waktu yang tepat untuk konfrontasi militer. Menurutnya konfrontasi militer  secara terus menerus, menimbulkan kesan bahwa ia sosok yang serius dan tak mudah di tebak.

Ada orang yang menganggap bahwa pemilihannya akan menghambat langkah apapun untuk kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza dan berlanjut pada perjanjian jangka panjang dengan Israel, terutama mengingat kemungkinan pemilihan Ismail Haniyeh, pemimpin gerakan yang memintanya untuk tinggal di luar negeri, yang berarti jalur Gaza  berada di tangan para pemimpin militer Hamas. Mereka menggambarkannya sebagai orang yang keras kepala, karena ia berbicara tentang perang abadi terhadap Tel Aviv, dan mengatakan bahwa dengan diamnya maka akan melipatgandakan kekuatan sayap militer Hamas “Brigade al-Qassam” dalam pertempuran berikutnya dalam rangka membuat kejutan strategis, seakan menjadi operasi besar di sekitar terowongan Gaza.

Sebagian dari mereka mengatakan akan membebaskan tahanan Hamas dengan adanya Sinwar. Mereka dibebaskan dari penjara dan telah bersumpah pada tahanan Palestina yang tersissa di penjara-penjara Israel akan melepaskan yang tersisa di waktu berikutnya. Mereka yakin bahwa dengan jabatannya yang baru akan lebih berupaya untuk menculik tentara Israel untuk pembebasan tahanan Palestina, yang akan menyebabkan kemunduran keamanan yang berakhir dalam konfrontasi langsung dengan Israel.

Seorang analis urusan militer di koran Haaretz, Amos Harel, di dalam Israel ada orang-orang yang mencoba untuk mengekang kecenderungan eskalasi dan perang, kelompok ini tergantung pada dua faktor utama: pertama, Hamas tidak ingin adanya korban, seperti yang terjadi dalam operasi sebelumnya. Kedua, bergantung pada perubahan sikap Mesir. Dalam perang terakhir, Harel mengatakan para jenderal Mesir menganggap Hamas sebagai musuh, tetapi dalam beberapa bulan terakhir, terjadi pemulihan hubungan antara Hamas dan para pengambil keputusan di Mesir, yang akan memungkinkan Mesir memainkan peran penting dalam mencegah eskalasi, menurutnya.

Namun, analis tersebut mengatakan bahwa di sana ada indikasi bahwa Hamas ingin melancarkan perang. Selain pemilihan Sinwar, Hamas sangat mengetahui bahwa Israel membuat upaya luar biasa, mulai dari segi ekonomi dan operasional untuk menghilangkan terowongan sergap, yang menghabiskan biaya sebanyak 3 milyar shekel. Dengan  perkembangan ini Hamas akan berpikir untuk memanfaatkan harta strategis ini, yakni membuat terowongan sergap ini, sebelum mereka menarget Israel. Beranjak dari sini, analis tidak mengesampingkan bahwa Hamas akan melaksanakan operasi pembunuhan dan penangkapan di permukiman selatan Israel, selain menggunakan drone mereka. Sebagaimana yang dilakukan minggu lalu, selain peluncuran roket-roket mematikan yang menjangkau hingga pedalaman Israel, khususnya rudal jarak pendek, yang diproduksi sendiri oleh Hamas, menurutnya.

Amos Harel mengatakan politikus khawatir pemerintah akan mengambil keputusan untuk kembali menduduki Gaza, dan Menteri Keamanan Sebelumnya, Moshe Ya’alon, mengatakan pada pekan ini bahwa jika tentara Israel mencoba menduduki Gaza dalam agresi terakhir, niscaya Israel akan terluka selama beberapa bulan. Ia juga menunjukkan bahwa mereka yang percaya bisa menggulingkan pemerintahan Hamas di Gaza, maka dia sedang berhayal.

Kemudian ia menyimpulkan dengan mengatakan bahwa sebab yang menyeret kedua belah pihak untuk berperang pada tahun 2014, akan terulang kembali pada musim semi tahun ini. (SFA)

Sumber: Raialyoum

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: