Fokus

“ISLAM” Saudi Rasa Israel

Selasa, 27 September 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Salah satu akun facebook bernama Abdul Hakim menulis sebuah analisa menarik tentang “Islam” Saudi rasa Israel, berikut tulisannya:

Hanya sedikit mencoba memberikan dosis tambahan buat kawan-kawan dan ustadz-ustadz pecinta Saud. Berawal dari Israel yang berfungsi sebagai cakar Amerika (plus Inggris) di Timur Tengah. Israel didirikan oleh James Balfour dari Inggris. Sementara Rezim Nejed Al-Saud berfungsi sebagai pendukung Israel, di mana Rezim Al-Saud juga didirikan oleh Ingris, yang tenaga lapangannya salah satunya adalah Lawrence of Arabia alias Thomas Edward Lawrence. Singkatnya, mereka semua adalah pengusung Panji Sufyani jaman ini. (Baca: Saudi Serahkan “Haramain” Kepada Zionis Israel)

Persetujuan Rezim Al-Saud atas permintaan Balfour untuk menyetujui dan mendukung Israel itu diteken hitam di atas putih dalam dokumen kesepakatan dan persetujuan yang ditandangani Raja Saudi. Llihat ajah lambang Kerajaan Saudi yang menggunakan Mahkota Ingris. Hehehe

Sementara sekte Wahabi diciptakan dalam rangka memberi legitimasi keagamaan bagi Rezim Al-Saud, yang salah satu mastermind alias otak intelektualnya adalah Ingris juga, yaitu Hempher.

Dan salah satu yang jadi korban tebasan pedang kebrutalan Wahabi dan Rezim Al-Saud adalah keluarga Syekh Nawawi al Bantani. (Baca: Antara Haramain dan Kerajaan Arab Saudi)

Karena keluarga Syekh Nawawi Al-Bantani adalah juga target ‘genocide’ (pemusnahan) yang mereka rencanakan kala itu. Mengingat salah-satu gurunya Syekh Nawawi Al-Bantani adalah Syekh Zaini Dahlan yang dibenci Wahabi.

Saya tmbahkan, ketika Sykeh Ahmad Ibni Idris, jajaran mursyid Tarekat Sanusiyyah al Idrisiyyah berada di Mekkah dan saat itu menyaksikan korban-korban pembunuhan Wahabi yang mengambil-alih kekuasaan dari Raja Syarif Husein, maka banyak sekali orang-orang Islam dibunuh. Syekh Ahmad Ibni Idris mengeritik penguasa Wahabi yang menggampangkan nyawa umat Islam dibunuh sedemikian rupa. Ini data-data dari tarekat Sanusiyyah al-Idrisiyyah. Lihat buku “Enigmatic Saint: Ahmad Ibn Idris and the Idrisi Tradition” karangan RS O’Fahey.

Saya kutipkan lagi, “Yang kami inginkan bukanlah sebuah Negara besar ARABIA bersatu melainkan sebuah kawasan ARABIA yang berpecah belah kedalam kerajaan-kerajaan kecil dibawah kekuasaan kerajaan kami yang besar.” (1st Earl of Crewe, Menteri Sekretaris Negara Inggris Raya untuk daerah-daerah jajahan Inggris 1914). (SFA)

Sumber: Akun Facebook Abdul Hakim

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: