Amerika

ISIS Bukan Organisasi Jihad Islam, Tapi Operasi CIA dan Mossad

Kamis, 4 Agustus 2016

SALAFYNEWS.COM, AMERIKAT – Seorang asisten profesor di Oberlin College, salah satu universitas tertua di Amerika Serikat (AS), diskors pihak kampus setelah mengungkap bahwa kelompok ISIS diciptakan Israel dan merupakan operasi CIA dan Mossad. Ilmuwan bernama Dr Joy Karega ini dianggap mengumbar materi anti-Semit.

Materi perihal kelompok ISIS atau Islamic State yang dia sebut ciptaan Israel itu diunggah di Facebook. Tak hanya itu, materi yang dia sebarkan itu juga menyebut Israel di balik serangan 11 September 2001 atau 9/11 dan serangan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo di Paris.

Lantaran memicu polemik, Karega sudah menghapus materi di Facebook yang dia unggah bulan November lalu. “Ini mengganggu bahwa pada hari ini, ketika ada semua akses untuk informasi, sebagian besar masyarakat tidak tahu siapa dan apa ISIS yang sebenarnya. Saya bersumpah bahwa ISIS bukanlah organisasi jihad Islam. Ini adalah operasi CIA dan Mossad, dan ada terlalu banyak informasi di sini yang tidak diketahui masyarakat umum,” bunyi posting Facebook Karega.

Karega—yang bernama lengkap Joilynn Karega-Mason—menerima gelar PhD dari University of Louisville pada tahun 2014. Tak lama setelah serangan di kantor majalah satire Charlie Hebdo pada bulan Januari 2015, Karega berbagi info grafis yang menunjukkan militan ISIS (Daesh) menarik sebuah topeng Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Info grafis itu dia sertai pesan tertulis yang berbunyi; ”Jika orang berpikir Paris ‘serangan’ ini adalah tentang ‘kebebasan berbicara dan berekspresi’ maka saya tidak tahu harus berkata apa.”

“Orang-orang yang mematikan media terindoktrinasi dan melakukan pekerjaan rumah, mereka tahu di mana Charlie Hebdo menerima dukungan dan dukungan,” lanjut pesan Karega.

Pihak Oberlin College sudah merilis pernyataan resmi terkait skorsing yang dijatuhkan pada Karega. Pihak kampus menyebutnya sebagai “cuti administratif”.

“Selama beberapa bulan terakhir, Oberlin College telah mempertimbangkan dengan seksama isu seputar posting anti-Semit di media sosial oleh anggota fakultas Oberlin, Dr Joy Karega,” bunyi pernyataan kampus itu, seperti dikutip dari IB Times, Kamis (4/8/2016).

“Pada bulan Maret, dalam konsultasi dengan Presiden Marvin Krislov, Pengawas dari Oberlin College, meminta administrasi dan fakultas untuk menentang pernyataan bahwa ada pembenaran untuk posting menjijikkan ini,” lanjut pernyataan kampus.

Selama dijatuhi sanksi cuti administratif, sisten profesor itu dilarang mengajar di Oberlin College. [Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: