Headline News

ISIS bangkrut karena tak bisa lagi rampok minyak dari Irak

Senin, 13 Maret 2017 – 09.33 Wib,

SALAFYNEWS.COM, IRAK – Sebuah laporan dari surat kabar AS mengungkapkan bahwa pasukan Irak dapat memutuskan penghasilan teroris setelah mengusir mereka semua dari ladang minyak Irak, yang telah memberikan kontribusi secara signifikan terhadap penurunan pendapatan dan memotong sumber utama pendanaan para teroris. Surat kabar tersebut juga mengkonfirmasikan bahwa Daesh masih memperdagangkan minyak dan gas Suriah dan menjualnya melalui Turki. (Baca: ISIS Bangkrut dan Curi Minyak Milik Irak Dipantau Oleh Satelit dan Drone AS)

Menurut sebuah laporan International Business Times, bahwa “pasukan Irak dan komite populer serta Pashmerga mampu mengusir teroris Daesh dari sebagian besar ladang minyak Irak, yang menjadi sumber pendanaan teroris setelah menduduki wilayah Irak pada tahun 2014”.

Seorang pejabat militer di Kemenhan AS yang menolak disebutkan identitasnya, mengatakan bahwa “setelah diusir dari Irak teroris Daesh masih tergantung pada beberapa situs minyak yang masih diduduki di Suriah”. (Baca: BANGKRUT! Teroris ISIS Rampas Emas Para Wanita Mosul)

Dia menambahkan bahwa “Daesh secara menyeluruh sudah dicegah dari akses menuju beberapa lokasi minyak Irak, saat ini mereka bergantung pada  ladang minyak dan gas di wilayah Deir ez-Zor, karena ia masih memiliki beberapa bidang di dekat kota Palmyra”.

Pejabat AS juga menekankan bahwa “penghasilan terbesar Daesh sekarang adalah kemampuan untuk membawa ekstraksi minyak dan gas yang dijual melalui Turki”, katanya, dan menambahkan bahwa “Daesh juga bergantung pada pajak yang dikenakan pada penduduk di daerah-daerah yang masih dikuasai. Selain itu, teroris juga merampok bank dan lembaga-lembaga lainnya selama pendudukan Irak dan Suriah pada tahun 2014”. (Baca: Teroris ISIS Terjerat Krisis Keuangan Parah)

Laporan Internasional menunjukkan bahwa Daesh pada 2015 mendapatkan penghasilan antara satu juta sampai satu juta setengah dolar per hari dengan mencuri ladang minyak di Irak dan Suriah, yang diselundupkan melalui perantara Turki. Selain itu, mereka juga menjarah barang-barang antik dan dijual melalui rute yang sama, hal ini menunjukkan dengan jelas tentang adanya kolusi yang antara teroris dan Turki. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: