Headline News

Iran Kecam Putra Mahkota Saudi Karena Sebut Ali Khamanei ‘Hitler Timur Tengah’

Sabtu, 25 November 2017 – 09.08 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Iran mengatakan bahwa pangeran mahkota Arab Saudi didiskreditkan secara internasional dengan perilaku tidak dewasa. Pernyataan itu dikeluarkan setelah Mohammed bin Salman menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Hitler baru di Timur Tengah.

Baca: Surat ‘Busuk’ Israel kepada Riyadh Dukung Saudi Lawan Iran di Kawasan

Iran mengecam komentar pangeran mahkota Arab Saudi karena telah membuat ucapan “tidak pantas dan murahan” terhadap pemimpin revolusi tinggi Republik Islam tersebut, dan menyatakan bahwa pernyataannya tidak memiliki arti di hadapan masyarakat internasional.

“Tidak seorang pun di dunia dan di arena internasional memberi penghargaan kepadanya karena perilaku dan ucapannya yang belum matang dan lemah,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi.

“Pangeran mahkota petualang Arab Saudi harus memperhitungkan nasib yang tak terelakkan dari para diktator terkenal di kawasan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi pada hari Jumat (24/11).

Baca: Ayatollah Ali Khamenei: Umat Islam Wajib Memerangi Zionis Israel

“Tidak ada siapapun di dunia dan masyarakat internasional yang mempercayai ucapan dan perilaku yang tidak matang, tidak pantas dan murahan dari Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman,” tambahnya.

Juru bicara Iran itu menekankan bahwa kesalahan pangeran mahkota Saudi yang terakhir, yaitu skandal campur tangan dalam urusan internal Lebanon, bahkan telah menimbulkan masalah kepada sekutu-sekutu lama Saudi.

Qassemi memperingatkan bin Salman untuk mengingat takdir yang tak terelakkan dari para diktator terkenal di kawasan dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut Mohammed bin Salman saat ini mengikuti jejak mereka dan berjalan melewati jalan mereka.

Baca: Ayatollah Ali Khamanei: 2040 Tidak Akan Ada Lagi Negara Israel

Dalam sebuah wawancara dengan The New York Times yang dipublikasikan pada hari Kamis, pangeran mahkota Saudi mengatakan bahwa Riyadh lebih memilih pendekatan konfrontatif daripada “berkompromi” dalam berurusan dengan Iran.

Bin Salman membuat analogi antara pengaruh regional yang berkembang di Iran dengan kebijakan hegemoni Jerman di era Hitler dan berkata, “Kami belajar dari Eropa bahwa kompromi tidak akan berhasil.”

Sebelumnya Pangeran Salman menggambarkan Ayatullah Ali Khamenei sebagai “Hitler baru” kawasan tersebut. Menurutnya, ekspansi pengaruh Republik Islam Iran di bawah kendali Ayatollah Ali Khamenei perlu dihadapi.

”Tapi kami belajar dari Eropa bahwa pertaruhan tidak berjalan. Kami tidak ingin Hitler baru di Iran mengulangi apa yang terjadi di Eropa di Timur Tengah,” tulis surat kabar yang berbasis di Amerika Serikat tersebut mengutip Mohammed bin Salman. (SFA)

Sumber: Berbagai Media

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: